MANOKWARI,PinFunPapua.com – Kontingen Provinsi Aceh membawa 24 peserta untuk ambil bagian dalam Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 yang digelar di Manokwari, Papua Barat. Kehadiran kontingen berjuluk Tanah Rencong itu menjadi bagian dari perhelatan nasional yang mempertemukan peserta dari 38 provinsi di Indonesia.
Ketua Umum Lembaga Pengembangan Pesparawi Provinsi (LPPP) Aceh, drh. Idaman Sembiring, mengatakan kontingen Aceh akan mengikuti empat kategori lomba pada ajang tersebut.
“Sebanyak 24 orang yang kami bawa ke Manokwari. Mereka akan mengikuti empat jenis lomba, yakni solo anak usia 15 tahun, solo remaja putri, solo remaja putra, dan vokal grup,” kata Idaman kepada wartawan di Manokwari, Selasa (16/6/2026).
Menurut dia, keikutsertaan Aceh pada Pesparawi Nasional XIV tidak semata-mata mengejar prestasi. Kontingen Aceh lebih mengedepankan semangat pelayanan serta memuliakan Tuhan melalui puji-pujian yang dipersembahkan di Tanah Papua.
“Kami tidak memasang target yang terlalu muluk-muluk. Yang paling penting bagi kami adalah memuliakan Tuhan di Tanah Papua melalui talenta yang dimiliki peserta,” ujarnya.
Idaman juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat Papua Barat atas sambutan yang diberikan kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah.
“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada panitia. Penyambutan yang dilakukan sangat luar biasa dan membuat kami merasa diterima dengan baik selama berada di Manokwari,” katanya.
Ia berharap pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV dapat berlangsung dengan lancar serta menjadi sarana mempererat persaudaraan dan kebersamaan antarumat Kristiani dari seluruh Indonesia.
Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari menjadi momentum penting tidak hanya sebagai ajang kompetisi seni paduan suara gerejawi, tetapi juga sebagai wadah memperkuat persatuan, toleransi, dan semangat kebangsaan.
Ribuan peserta dan official dari berbagai provinsi dijadwalkan mengikuti berbagai kategori lomba yang akan berlangsung selama dua minggu sepekan di ibu kota Provinsi Papua Barat tersebut.
(Penulis: Dhy)
