MANOKWARI,PinFunPapua.com – Kontingen Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan meraih medali emas pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Sebanyak 122 peserta dan official diberangkatkan untuk mengikuti lima kategori lomba yang dipertandingkan dalam perhelatan nasional tersebut.
Ketua Harian Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) NTT, Yos Lopis, mengatakan, kontingen NTT telah melakukan berbagai persiapan sebelum bertolak ke Manokwari. Dengan persiapan yang matang serta dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat, NTT optimistis mampu memberikan hasil terbaik dan membawa pulang medali emas.
“Target NTT pada Pesparawi Nasional XIV adalah meraih medali emas. Semua peserta yang datang merupakan hasil seleksi dan telah menjalani latihan secara intensif,” kata Yos Lopis kepada PinFunPapua.com, Rabu (17/6/2026).
Menurut dia, dari 13 kategori yang diperlombakan pada Pesparawi Nasional XIV, NTT mengikuti lima kategori, yakni paduan suara pemuda remaja, pop gerejawi, solo anak usia 7-9 tahun, solo anak usia 10-15 tahun, serta solo pemuda remaja.
Ia menjelaskan, keberangkatan kontingen dilakukan secara bertahap. Kloter pertama yang tiba di Manokwari berjumlah 44 orang, sedangkan kloter berikutnya membawa sekitar 60 orang lebih. Sementara sisanya dijadwalkan tiba sesuai dengan jadwal penerbangan yang telah diatur panitia.
“Kami datang secara bertahap karena menyesuaikan dengan ketersediaan penerbangan menuju Manokwari. Namun seluruh peserta dipastikan akan bergabung sebelum perlombaan dimulai,” ujarnya.
Yos mengaku terkesan dengan sambutan yang diberikan panitia pelaksana Pesparawi Nasional XIV maupun masyarakat NTT yang tergabung dalam Paguyuban Flobamora Papua Barat. Menurutnya, suasana kekeluargaan yang ditunjukkan sejak kedatangan di Manokwari membuat seluruh peserta merasa nyaman dan semakin bersemangat untuk memberikan penampilan terbaik.
“Penyambutannya luar biasa. Kami merasa sangat dihargai dan diterima dengan baik. Panitia memberikan pelayanan yang baik sejak kami tiba. Begitu juga saudara-saudara kami dari Paguyuban Flobamora NTT di Papua Barat yang ikut membantu dan mendampingi. Hal ini membuat kami merasa seperti berada di rumah sendiri,” katanya.
Ia menilai semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat Papua Barat merupakan cerminan bahwa Pesparawi tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah mempererat persaudaraan antardaerah dan sesama umat Kristiani di Indonesia.
Selain mengejar prestasi, lanjut Yos, keikutsertaan NTT dalam Pesparawi Nasional XIV juga membawa misi untuk mempererat tali persaudaraan serta memuliakan Tuhan melalui puji-pujian dan pelayanan musik gerejawi.
“Pesparawi bukan hanya soal meraih juara, tetapi juga bagaimana membangun persekutuan dan persaudaraan antarumat dari berbagai provinsi. Karena itu kami berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik dan membawa sukacita bagi semua peserta,” ujarnya.
Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Manokwari diikuti kontingen dari 38 provinsi di Indonesia. Ribuan peserta, official dan pendamping mulai berdatangan ke Papua Barat sejak pertengahan Juni. Perhelatan nasional tersebut tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan seni paduan suara gerejawi, tetapi juga momentum memperkuat persatuan, kebersamaan dan kerukunan antarumat Kristiani dari seluruh Indonesia.
(Penulis: Dhy).
