FAKFAK,PinFunPapua.com – Komandan Kodim (Dandim) 1803/Fakfak, Letkol Inf. Wahlin Rahman, S.Pd., menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) I Kerukunan Masyarakat Kei (KMK) Kabupaten Fakfak periode 2026–2031 yang digelar di Aula Santo Yoseph, Jalan D.I. Panjaitan, Kelurahan Fakfak Utara, Distrik Fakfak Utara, Sabtu (18/7/2026).
Musda perdana ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan organisasi masyarakat Kei di Kabupaten Fakfak, sekaligus momentum memperkuat persatuan, mempererat tali persaudaraan, dan meningkatkan kontribusi masyarakat Kei dalam mendukung pembangunan daerah.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., dan dihadiri Wakil Bupati Fakfak, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRK Fakfak, tokoh adat, tokoh masyarakat, sesepuh Kei, serta perwakilan berbagai paguyuban etnis di Kabupaten Fakfak.
Kehadiran Dandim 1803/Fakfak bersama unsur Forkopimda mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung organisasi kemasyarakatan sebagai mitra strategis pemerintah untuk menjaga persatuan, memperkuat kerukunan, serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang tetap aman dan kondusif.
Dalam sambutannya, Bupati Samaun Dahlan menekankan bahwa falsafah masyarakat Kei “Ain Ni Ain” yang bermakna kita semua bersaudara, memiliki kesamaan nilai dengan filosofi masyarakat Fakfak “Satu Tungku Tiga Batu”, yang selama ini menjadi simbol persatuan, toleransi, dan kehidupan harmonis di tengah keberagaman.
Menurut Bupati, perpaduan nilai-nilai luhur tersebut menjadi modal sosial yang sangat penting dalam menjaga keharmonisan antarumat beragama, antarsuku, dan antarkelompok masyarakat di Kabupaten Fakfak.
Sementara itu, Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf. Wahlin Rahman memberikan apresiasi atas terselenggaranya Musda I KMK. Ia berharap forum tersebut tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga mampu memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, TNI-Polri, serta seluruh komponen masyarakat dalam menjaga keamanan dan persatuan.
“TNI berkomitmen untuk terus hadir memberikan rasa aman pada setiap kegiatan masyarakat. Ini adalah wujud sinergi dan pelayanan bersama demi terpeliharanya persatuan, kerukunan, dan stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Fakfak,” tegas Dandim.
Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Kabupaten Fakfak merupakan kekuatan yang harus terus dijaga melalui semangat persaudaraan, saling menghormati, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Pelaksanaan Musda I KMK berlangsung khidmat, aman, dan lancar. Selain menjadi forum pengambilan keputusan organisasi untuk periode 2026–2031, kegiatan ini juga menjadi simbol kuatnya komitmen masyarakat Kei dalam menjaga nilai-nilai persaudaraan dan memperkuat persatuan di Tanah Mbaham Matta.
Dengan semangat “Ain Ni Ain” yang berpadu dengan falsafah “Satu Tungku Tiga Batu”, Musda I KMK diharapkan melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi semakin maju, mempererat solidaritas warga Kei, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan dan menjaga kondusivitas Kabupaten Fakfak.
“Persatuan bukan lahir karena kesamaan, tetapi tumbuh dari kesediaan untuk saling menghormati dalam setiap perbedaan. Ketika kebersamaan menjadi kekuatan, maka keamanan dan pembangunan akan berjalan beriringan.”
(Jurnalis : Risman Bauw).
