Mobilisasi Alat Mulai Menujuh Lokasi Pekerjaan Jalan., (Foto/dok: R.B).
FAKFAK,PinFunPapua.com – Pembangunan jalan penghubung Tomage ke Kampung Otoweri, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, mulai memasuki tahap awal pelaksanaan. Kontraktor pelaksana, CV Wam Star, kini melakukan mobilisasi alat dari Kota Fakfak menuju lokasi konstruksi sebagai persiapan dimulainya pekerjaan fisik.
Pelaksana pembangunan jalan CV Wam Star, Mandela, mengatakan ruas jalan yang akan dikerjakan memiliki estimasi panjang sekitar 4,7 kilometer dengan target waktu pelaksanaan selama lima bulan.
Hal itu disampaikan Mandela kepada PinFunPapua.com melalui pesan WhatsApp, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, saat ini pihak pelaksana masih memfokuskan kegiatan pada mobilisasi alat berat serta kebutuhan pendukung lainnya dari Kota Fakfak menuju lokasi pembangunan Jalan Tomage–Otoweri.
“Untuk saat ini kami baru melakukan mobilisasi alat dari kota menuju lokasi konstruksi jalan Tomage–Otoweri. Ini merupakan persiapan untuk pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan,” ujarnya.
Mandela berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan aman, lancar dan sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan. Menurutnya, dukungan dari seluruh pihak, khususnya masyarakat di sekitar lokasi proyek, sangat dibutuhkan agar proses pembangunan dapat berlangsung dalam situasi yang kondusif.
Pembangunan jalan tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi yang lebih baik, khususnya bagi warga Kampung Tomage dan Kampung Otoweri.

Dengan terbukanya akses jalan, mobilitas masyarakat diharapkan semakin lancar dan aktivitas warga dapat dilakukan dengan lebih mudah.
“Kami berharap selama proses pekerjaan semuanya dapat berjalan aman dan lancar. Dengan adanya jalan ini, semoga ke depan masyarakat semakin mudah melakukan aktivitas dan akses dari Kampung Tomage menuju Kampung Otoweri juga semakin terbuka,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat dan elemen terkait untuk bersama-sama memberikan dukungan terhadap pembangunan tersebut serta menjaga keamanan dan ketertiban selama pekerjaan berlangsung.
“Pembangunan ini membutuhkan dukungan kita semua. Mari bersama-sama menjaga keamanan, mendukung kelancaran pekerjaan dan tidak melakukan hal-hal yang dapat menghambat proses pembangunan, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ajaknya.
Mandela menambahkan, pihaknya berharap tidak ada kendala berarti, baik dalam proses mobilisasi alat maupun saat pekerjaan fisik mulai dilaksanakan. Ia menilai kerja sama antara pemerintah, pelaksana, masyarakat, tokoh adat dan aparat keamanan menjadi kunci kelancaran pembangunan Jalan Tomage–Otoweri.
Dengan estimasi panjang sekitar 4,7 kilometer dan target pengerjaan selama lima bulan, proyek tersebut diharapkan mampu membuka keterhubungan antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di wilayah Distrik Tomage.
Masyarakat pun diharapkan terus memberikan dukungan dan menjaga situasi tetap aman serta kondusif, sehingga pembangunan jalan yang telah lama dinantikan dapat diselesaikan sesuai target dan segera memberikan manfaat nyata bagi warga Tomage hingga Otoweri.
(Jurnalis: Risman Bauw)
