FAKFAK,PinFunPapua.com – Ketika sebagian warga Fakfak bersiap menuju rumah ibadah untuk melaksanakan ibadah Minggu, kendaraan pengangkut air bersih milik Polres Fakfak justru lebih dulu bergerak.
Bukan membawa personel untuk pengamanan, melainkan membawa kebutuhan dasar yang sangat penting bagi aktivitas di rumah ibadah: air bersih.
Sebanyak 7.500 liter air bersih disalurkan Polres Fakfak ke tiga rumah ibadah di tengah kondisi kekeringan yang dipengaruhi fenomena El Niño, Minggu pagi (27/9/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Fakfak AKBP Naim Ishak, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Kabag Log Polres Fakfak AKP Nasruddin Djurumudi bersama personel Polres Fakfak.
Distribusi air bersih dimulai sejak pukul 07.00 WIT. Bantuan disalurkan ke Gereja GPI Syalom Kampung Baru/Lusiperi, Gereja GPI Bethel, dan Masjid Jami Kabupaten Fakfak, sebelum aktivitas peribadatan berlangsung.
Menariknya, bantuan air tersebut tidak dibagi secara merata. Polres Fakfak menyesuaikan jumlah air berdasarkan kebutuhan masing-masing rumah ibadah.
Gereja GPI Syalom Kampung Baru/Lusiperi menerima 1.000 liter, Gereja GPI Bethel sebanyak 2.200 liter, sementara Masjid Jami Kabupaten Fakfak menerima 4.300 liter.
Perbedaan volume tersebut menunjukkan bahwa distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Dari satu rumah ibadah ke rumah ibadah lainnya, kendaraan pengangkut air bergerak sejak pagi. Air kemudian langsung disalurkan ke lokasi masing-masing.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar hingga selesai sekitar pukul 09.05 WIT dalam keadaan aman dan kondusif.
Bagi rumah ibadah, air bersih bukan sekadar kebutuhan tambahan. Air diperlukan untuk menjaga kebersihan, sanitasi serta mendukung berbagai aktivitas sebelum maupun sesudah pelaksanaan ibadah.
Karena itu, kehadiran kendaraan pengangkut air pada Minggu pagi tersebut menjadi bentuk kepedulian yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Di saat warga bersiap menjalankan ibadah, personel Polres Fakfak memilih hadir dengan membawa sesuatu yang sedang dibutuhkan: air bersih.
Bantuan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak hanya dilakukan melalui tugas keamanan dan ketertiban, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga, khususnya di tengah kondisi kekeringan.
Minggu pagi itu, Polres Fakfak tidak banyak berbicara. Mereka memilih mengantarkan 7.500 liter air bersih.
Sebuah tindakan sederhana, namun memiliki makna besar: ketika masyarakat membutuhkan, kehadiran yang paling berarti bukan sekadar kata-kata, melainkan tindakan nyata.
“Kepedulian tidak selalu datang dalam bentuk yang besar. Terkadang, setetes air yang diberikan pada saat yang tepat jauh lebih berarti daripada seribu kata tentang kepedulian.”
Di tengah tantangan kekeringan, semangat untuk saling membantu menjadi kekuatan bersama. Sebab, menjaga kehidupan dan membantu sesama bukan hanya tentang siapa yang memiliki lebih banyak, tetapi tentang siapa yang bersedia berbagi ketika orang lain sedang membutuhkan.
(Jurnalis : Risman Bauw).
