Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Fakfak, Amir Rumbouw, S.T., (Foto : Risman Bauw).
FAKFAK,PinFunPapua.com – Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) ke-I Kabupaten Fakfak Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TK Al-Qur’an (LPPTKA) BKPRMI Kabupaten Fakfak resmi ditutup, Minggu (4/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, tersebut menjadi momentum bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman, akhlak, dan kecerdasan spiritual di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Penutupan kegiatan dilakukan oleh Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Fakfak, Amir Rumbouw, S.T. Dalam sambutannya, Amir menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, orang tua, serta pihak-pihak yang telah mendukung terlaksananya FASI I Kabupaten Fakfak.
“Dalam pelaksanaan kegiatan ini tentu masih banyak kekurangan. Untuk itu, kami memohon maaf. Namun, kami sangat mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat,” ujar Amir.
Menurutnya, FASI tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan untuk mencari juara, tetapi jauh lebih penting sebagai ruang pembinaan karakter dan spiritual anak-anak sejak usia dini.
Amir menekankan bahwa perkembangan zaman yang semakin canggih dan serba digital harus diimbangi dengan penguatan akhlak dan moral. Menurutnya, kemajuan teknologi tanpa fondasi spiritual yang kuat dapat menjadi tantangan bagi generasi muda.
“Di era yang penuh kecanggihan dan digitalisasi ini, tentunya harus diiringi dengan akhlak dan moral yang baik bagi generasi kita yang akan datang,” tegasnya.
Ia mengatakan, kecerdasan seorang anak tidak hanya diukur dari kemampuan intelektual. Kecerdasan spiritual dan emosional juga menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang memiliki karakter, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama.

“Ilmu pengetahuan yang autentik bukan hanya berada pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pada kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional,” katanya.
Amir menilai kegiatan FASI merupakan salah satu bentuk nyata pembinaan kecerdasan spiritual anak. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan agar anak-anak tidak hanya memiliki prestasi, tetapi juga memiliki akhlak dan kepribadian yang baik.
“Kecerdasan spiritual anak-anak kita perlu dibina dengan baik, dengan kualitas ilmu pengetahuan dan ilmu spiritual. Apa yang dilakukan panitia hari ini merupakan bagian dari pembinaan spiritual bagi anak-anak kita,” jelasnya.
Ia juga berpesan kepada peserta yang belum berhasil meraih juara agar tidak berkecil hati. Menurutnya, kekalahan dalam sebuah perlombaan bukan akhir dari perjuangan, melainkan bagian dari proses belajar untuk menjadi lebih baik.
“Untuk adik-adik yang belum mendapatkan juara, tetap semangat untuk belajar. Terus berlatih agar ke depan bisa meraih prestasi. Bagi yang sudah mendapatkan juara, jangan berhenti sampai di sini. Tingkatkan terus kualitas dan kemampuan agar bisa menjadi lebih baik lagi,” pesannya.
Amir berharap seluruh rangkaian kegiatan FASI yang berlangsung selama dua hari tersebut tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga membentuk generasi Fakfak yang berilmu, berakhlak, memiliki kecerdasan spiritual, dan mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman.
Ia juga berharap seluruh tenaga, pikiran, dan pengorbanan panitia serta semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut mendapat pahala dan keberkahan dari Allah SWT.
“Prestasi mungkin membuat seorang anak dikenal, tetapi akhlaklah yang membuatnya dihormati. Di tengah derasnya arus digital, generasi yang kuat bukan hanya generasi yang cerdas menggunakan teknologi, tetapi generasi yang mampu menggunakan kecerdasannya dengan iman dan akhlak.”
(Jurnalis : Risman Bauw).
