FAKFAK,PinFunPapua.com – Suasana haru dan kekeluargaan menyelimuti momen perpisahan Komandan Korem (Danrem) 182/Jazira Onim, Kolonel Inf Irwan Budiana, S.E., M.M., M.Han., bersama Ketua Persit KCK Koorcab Rem 182/JO, Ny. Telly Irwan Budiana, dengan keluarga besar Korem 182/JO. Momen tersebut menandai berakhirnya masa tugas keduanya di wilayah Fakfak, Papua Barat.
Kegiatan berlangsung di Makorem 182/JO, Kampung Kiat, Distrik Fakfak Barat, Kabupaten Fakfak, Selasa (20/10/2026). Acara ini menjadi momen penuh makna untuk mengenang perjalanan pengabdian, kebersamaan, serta ikatan kekeluargaan yang telah terbangun selama keduanya menjalankan tugas di Bumi Jazira Onim.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peletakan foto kenangan Danrem 182/JO sebagai simbol dokumentasi perjalanan kepemimpinan dan pengabdian selama bertugas. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengalungan bunga sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi Danrem beserta Ketua Persit dalam mendampingi keluarga besar Korem 182/JO.
Suasana semakin khidmat saat dilaksanakan penciuman Pataka Jazira Onim, yang merepresentasikan penghormatan terhadap kehormatan satuan, identitas organisasi, serta nilai-nilai luhur yang menjadi landasan pengabdian prajurit.
Tidak hanya meninggalkan kenangan melalui rangkaian seremoni, Danrem dan Ketua Persit juga melaksanakan penanaman pohon mangga. Kegiatan tersebut menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya menanam kebaikan yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan hormat jajar sebagai bentuk penghormatan militer dari para prajurit kepada pimpinan yang telah menjalankan tugas kepemimpinan di lingkungan Korem 182/JO.
Berakhirnya masa tugas di Fakfak bukan sekadar bagian dari dinamika pergantian kepemimpinan di lingkungan TNI Angkatan Darat. Lebih dari itu, momen ini menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan, tantangan, dan kebersamaan yang telah dilalui bersama selama menjalankan tugas di wilayah Jazira Onim.
Di balik setiap langkah pengabdian, terdapat kerja sama, loyalitas, dan dukungan dari seluruh unsur satuan. Prajurit, pegawai negeri sipil (PNS), serta anggota Persit memiliki peran penting dalam menjaga soliditas organisasi dan mendukung pelaksanaan tugas Korem 182/JO.
Ikatan kekeluargaan yang terjalin selama masa kepemimpinan Kolonel Inf Irwan Budiana menjadi bagian dari perjalanan organisasi yang diharapkan tetap terpelihara, meskipun tugas dan tanggung jawab ke depan membawa setiap personel pada tahapan pengabdian yang berbeda.
Momen berpamitan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kepemimpinan tidak hanya meninggalkan catatan tentang pelaksanaan tugas, tetapi juga tentang hubungan antarmanusia, keteladanan, dan nilai-nilai positif yang terus hidup setelah masa jabatan berakhir.
Bagi keluarga besar Korem 182/JO, perpisahan tersebut meninggalkan kenangan tersendiri. Namun, berakhirnya masa tugas di suatu wilayah bukan berarti berakhir pula ikatan persaudaraan yang telah dibangun.
Semangat kebersamaan, loyalitas, dan profesionalisme diharapkan terus menjadi fondasi bagi seluruh prajurit dan keluarga besar Korem 182/JO dalam melanjutkan tugas serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Pergantian penugasan merupakan bagian dari dinamika organisasi TNI AD untuk mendukung pembinaan personel dan kesinambungan kepemimpinan. Karena itu, setiap pergantian hendaknya dimaknai sebagai bagian dari perjalanan pengabdian yang terus berlanjut, bukan sebagai akhir dari semangat dan nilai-nilai yang telah ditanamkan.
“Jabatan boleh berganti, tempat pengabdian boleh berbeda, tetapi ketulusan dalam melayani dan ikatan persaudaraan tidak seharusnya terputus oleh perpisahan.”
Pesan tersebut menjadi refleksi dari momen berpamitan Danrem 182/JO bersama Ketua Persit. Sebuah pengingat bahwa setiap perjalanan kepemimpinan akan meninggalkan jejak, sementara setiap kebaikan yang ditanamkan akan terus hidup melalui tindakan dan keteladanan mereka yang melanjutkan perjuangan.
Sebab, pemimpin yang baik bukan hanya dikenang karena jabatan yang pernah diemban, melainkan karena keteladanan yang ditinggalkan, persaudaraan yang dirawat, dan pengabdian yang memberi arti bagi sesama.
Dengan semangat tersebut, keluarga besar Korem 182/JO diharapkan terus menjaga soliditas, mempererat kebersamaan, serta melanjutkan pengabdian terbaik demi masyarakat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(Jurnalis : Risman Bauw).
