MANOKWARI,PinFunpapua.com – Pengurus Provinsi (Pengprov) Rugby Union Indonesia Papua Barat mulai memperkuat langkah strategis dalam mengembangkan olahraga rugby di wilayah Papua Barat. Salah satunya melalui koordinasi dan konsultasi bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat guna memperkuat tata kelola organisasi sekaligus mempersiapkan pembinaan atlet potensial.
Langkah tersebut ditandai dengan pertemuan antara jajaran Pengprov Rugby Union Indonesia Papua Barat dan pengurus KONI Papua Barat yang berlangsung di ruang kerja Ketua Harian KONI Papua Barat, Rabu (4/11/2026) sore.
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Pengprov Rugby Papua Barat, Armando R. Idorway, bersama sejumlah pengurus. Agenda utama pertemuan membahas penguatan struktur kepengurusan organisasi, koordinasi kelembagaan, serta arah pengembangan cabang olahraga rugby di Papua Barat.
Ketua Pengprov Rugby Papua Barat, Armando R. Idorway, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari langkah awal membangun komunikasi dan sinergi dengan KONI Papua Barat sebagai induk organisasi olahraga di daerah.
Menurutnya, koordinasi tersebut penting dilakukan agar keberadaan organisasi Rugby Union Indonesia di Papua Barat dapat berjalan sesuai dengan mekanisme organisasi serta memiliki arah pengembangan yang jelas.
“Kami sebagai pengurus Pengprov Rugby Union Indonesia Papua Barat melakukan langkah strategis dengan membangun koordinasi dan konsultasi bersama KONI Papua Barat. Sekaligus kami meminta arahan terkait pengembangan organisasi agar ke depan dapat berjalan lebih baik dan terarah,” kata Armando kepada wartawan di Manokwari.
Ia menjelaskan, kehadiran organisasi Rugby Union Indonesia di Papua Barat tidak hanya berorientasi pada penguatan kelembagaan, tetapi juga menjadi wadah untuk mengembangkan potensi olahraga rugby dan melahirkan atlet-atlet daerah yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Armando menilai Papua Barat memiliki sumber daya manusia, khususnya generasi muda, yang menyimpan potensi besar untuk dikembangkan dalam berbagai cabang olahraga, termasuk rugby.
Karena itu, menurutnya, diperlukan pembinaan yang terencana, terstruktur, dan berkelanjutan agar potensi tersebut dapat diarahkan menjadi kekuatan olahraga yang mampu mengharumkan nama Papua Barat.
“Organisasi ini hadir sebagai wadah pengembangan olahraga rugby di Papua Barat. Kita mengetahui bahwa Papua Barat memiliki banyak atlet dengan potensi luar biasa. Potensi ini harus kita dorong melalui pembinaan yang serius dan terstruktur,” ujarnya.
Armando menambahkan, salah satu fokus Pengprov Rugby Papua Barat ke depan adalah melakukan penjaringan bibit-bibit atlet potensial, khususnya dari kalangan generasi muda.
Penjaringan tersebut nantinya diharapkan menjadi pintu masuk untuk membangun sistem pembinaan atlet yang lebih terarah, mulai dari pengenalan olahraga rugby, peningkatan kemampuan teknik dan fisik, hingga persiapan mengikuti berbagai kompetisi.
Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak. Tidak hanya pengurus organisasi, tetapi juga KONI, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga di Papua Barat.
“Kami tentu membutuhkan dukungan semua pihak, salah satunya KONI Papua Barat. Harapan kami, melalui komunikasi dan koordinasi ini, pengembangan organisasi serta pembinaan atlet rugby bisa mendapatkan perhatian dan dukungan bersama,” tegasnya.
Ia berharap pertemuan tersebut menjadi awal yang baik dalam membangun hubungan kelembagaan antara Pengprov Rugby Papua Barat dan KONI Papua Barat.
Dengan koordinasi yang semakin kuat, berbagai program kerja organisasi diharapkan dapat disusun secara matang, termasuk agenda pembinaan, pengembangan sumber daya manusia, serta persiapan atlet untuk menghadapi kompetisi mendatang.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas pentingnya sinergi antara organisasi cabang olahraga dengan KONI sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi olahraga daerah.
Penguatan tata kelola organisasi dinilai menjadi salah satu fondasi penting sebelum menjalankan program pembinaan atlet secara lebih luas.
Melalui organisasi yang tertata dengan baik, program kerja dapat dilaksanakan secara terukur, mulai dari pengembangan kepengurusan, penjaringan atlet, peningkatan kualitas pelatih, hingga pembentukan tim yang siap mengikuti berbagai kejuaraan.
Bagi Pengprov Rugby Papua Barat, pengembangan olahraga rugby membutuhkan proses dan komitmen bersama. Karena itu, komunikasi dengan KONI diharapkan dapat terus terjalin sehingga setiap program yang direncanakan dapat berjalan secara berkesinambungan.
Armando berharap rugby dapat semakin dikenal masyarakat Papua Barat dan menjadi salah satu cabang olahraga yang mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan prestasi olahraga daerah.
Dengan dukungan berbagai pihak, Pengprov Rugby Papua Barat optimistis potensi atlet lokal dapat dikembangkan menjadi kekuatan baru bagi kemajuan olahraga Papua Barat ke depan.
(Jurnalis : Dhy).
( Editor : Risman Bauw).
