Plt Kepala Bappeda Papua Barat, Deassy D. Tetelepta
MANOKWARI, PinFunPapua.com — Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keterlambatan penyampaian Rencana Anggaran Program (RAP) Dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2025. Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan agar proses pengusulan RAP di tahun 2026 dapat berjalan lebih cepat dan tepat waktu.
Plt Kepala Bappeda Papua Barat, Deassy D. Tetelepta, menjelaskan bahwa proses pengajuan RAP dari tingkat provinsi sebenarnya telah dikirim ke pemerintah pusat sejak 19 Mei 2025. Namun, proses verifikasi dan koreksi oleh Kementerian Keuangan membutuhkan waktu karena harus memastikan bahwa seluruh belanja yang diusulkan benar-benar sesuai dengan ketentuan penggunaan dana Otsus.
“Penggunaan dana Otsus harus tepat sasaran ke masyarakat. Maka dari itu, kementerian mengevaluasi setiap rincian belanja OPD. Belanja yang masuk dalam kategori negatif list, seperti perjalanan dinas yang tidak terkait langsung dengan output kegiatan atau adanya honorarium, tidak diperbolehkan,” ujar Deassy.
Ia menambahkan bahwa setiap koreksi dari Kementerian Keuangan harus ditindaklanjuti kembali oleh OPD, dan proses itu memerlukan waktu. Namun, pihaknya tetap berupaya agar proses evaluasi tersebut dapat segera dituntaskan dan penyaluran dana tahap pertama dapat dilakukan dalam waktu dekat.
Untuk penyaluran Dana otsus, ada enam syarat yang harus dipenuhi. Dari enam syarat tersebut, Bappeda hanya menangani satu, yakni penyusunan RAP, sementara sisanya menjadi tanggung jawab BPKAD.
“Bapak Gubernur sudah meminta kami melakukan evaluasi mendalam agar di tahun 2026 RAP tidak lagi mengalami keterlambatan. Kami juga diarahkan agar proses penyusunan RAP bisa lebih terintegrasi dengan jadwal pembahasan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah),” jelasnya.
Menurut Deassy, jika RAP telah masuk dalam RKPD secara tepat waktu dan sinkron dengan Rencana Kerja (Renja) masing-masing perangkat daerah, maka proses penyusunan anggaran Otsus akan jauh lebih cepat dan akurat. (red)
