FAKFAK, PinFunPapua.com — Program Indonesia Mengajar bekerja sama dengan BP Berau Ltd. kini resmi menyasar SMA Negeri 1 Kokas sebagai sekolah model di Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dan siswa melalui kegiatan akseleratif serta pengembangan minat dan bakat yang terstruktur.
Salah satu fasilitator program di Distrik Kokas, Umi Latifah, menjelaskan bahwa pendekatan program tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mencakup pembinaan karakter dan kesiapan karir peserta didik sejak dini. Hal ini disampaikannya kepada PinFunPapua.com pada Rabu (16/7/2025).
“Kami menjalankan kelas akselerasi, pembinaan lomba, serta kegiatan ekstrakurikuler seperti pelatihan jurnalistik. Ini bertujuan agar adik-adik pelajar bisa mengembangkan karyanya lewat tulisan, bahkan mungkin bisa menjadi wartawan,” ujar Umi.
Dalam mendukung siswa menentukan arah masa depan, program ini juga menyelenggarakan kegiatan hosting karir yang diawali dengan tes minat dan bakat. Pendekatan ini dinilai penting untuk membantu siswa mengenali potensi diri, sehingga dapat lebih fokus dalam merancang langkah setelah menyelesaikan pendidikan menengah.
“Jika mereka tahu bakatnya di mana, maka mereka akan lebih fokus mengembangkan bakat tersebut. Ini penting agar mereka tidak bingung setelah lulus dari sekolah,” tambahnya.

Baru dua bulan bertugas di Kokas, Umi melihat secara langsung bagaimana banyak potensi siswa yang belum tergali secara optimal. Menurutnya, rendahnya kepercayaan diri dan rasa pesimis menjadi tantangan utama yang harus diatasi agar generasi muda di wilayah tersebut mampu berkembang secara maksimal.
“Banyak dari mereka yang belum percaya diri dan pesimis. Padahal potensi mereka sangat besar. Harapan saya, mereka bisa terus gali potensi, karena Kokas kaya akan sumber daya, termasuk sumber daya manusianya,” ujarnya penuh harap.
Salah satu capaian awal dari pelaksanaan program ini adalah partisipasi aktif 11 siswa SMA Negeri 1 Kokas dalam ajang Olimpiade Nasional. Meskipun belum berhasil menembus babak final, langkah berani mereka diapresiasi sebagai lompatan penting dalam membentuk keberanian dan daya saing pelajar di daerah.
“Alhamdulillah, ini gebrakan baru bagi mereka. Mereka sudah mencoba dan melawan rasa takut. Ini pencapaian luar biasa,” tutur Umi.
Dengan semangat kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor swasta, program Indonesia Mengajar bersama BP Berau Ltd. diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan pendidikan di wilayah tertinggal, khususnya di Fakfak. Umi pun menutup wawancara dengan harapan agar para siswa terus mengasah literasi, percaya pada potensi diri, dan tidak mudah menyerah.
“Tingkatkan literasi, terus gali potensi, dan jangan pernah pesimis,” pesannya.
Program ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menciptakan generasi muda yang lebih siap, percaya diri, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah, dimulai dari ruang kelas di Kokas hingga ke panggung nasional. (Risman)
