MANOKWARI, PinFunPapua.com – Sebanyak 36 siswa dan siswi dari berbagai kabupaten di Provinsi Papua Barat resmi mengikuti pendidikan dan pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat provinsi tahun 2025. Kegiatan pembukaan dilaksanakan di aula Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua Barat, Amban, pada Selasa (22/7/2025).
Acara pembukaan secara resmi dibuka oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Otonomi Khusus Sekretariat Daerah Papua Barat, Syors Albert Ortisan Marini. Turut hadir jajaran Forkopimda Papua Barat dan perwakilan dari tujuh kabupaten.
Dalam laporan panitia, disebutkan bahwa 36 peserta terpilih berasal dari enam kabupaten, yakni Kabupaten Manokwari (26 orang), Fakfak (4 orang), Manokwari Selatan (1 orang), Kaimana (1 orang), Teluk Bintuni (2 orang), dan Teluk Wondama (2 orang). Sementara itu, Kabupaten Pegunungan Arfak tidak mengirimkan perwakilan pada tahun ini.

Dalam sambutan Gubernur Papua Barat yang dibacakan oleh Asisten I, ditegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya sebagai persiapan teknis untuk upacara bendera HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga bertujuan membentuk karakter generasi muda Papua Barat agar memiliki semangat nasionalisme, disiplin, dan tanggung jawab.
“Paskibraka adalah simbol kebanggaan Indonesia. Melalui kegiatan ini, para pemuda terbaik Papua Barat akan ditempa menjadi generasi yang solid, disiplin, dan berjiwa patriotik,” ujar Syors Marini.
Ia juga menyampaikan harapan agar peserta yang terlibat dapat menjadi duta kebanggaan daerah, serta menginspirasi rekan-rekan sebayanya untuk mencintai tanah air dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.
“Kalian adalah masa depan daerah ini. Lewat fase berat yang kalian lalui dalam pelatihan, kalian akan tumbuh sebagai pemimpin yang mengharumkan nama Papua Barat dan Indonesia,” tambahnya.
Kegiatan pemusatan pendidikan dan pelatihan ini berlangsung sejak 20 Juli hingga 17 Agustus 2025. Para peserta dibimbing oleh tim pelatih yang terdiri dari lima personel Polda Papua Barat, tiga pembina Purna Paskibraka, serta lima tenaga medis dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat.
Pemerintah Provinsi Papua Barat berharap momentum ini mampu memperkuat integrasi nasional melalui semangat kebangsaan generasi muda dari wilayah ujung timur Indonesia. (Janu)
