MANOKWARI, PinFunPapua.com — Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Papua Barat melaksanakan kegiatan “Polantas Menyapa” sebagai bagian dari Operasi Patuh Mansinam 2025 dengan menyasar komunitas pengendara ojek roda dua. Kegiatan ini digelar di Kedai Kopi AMA, Arfai, Manokwari, pada Kamis (24/07/2025), dan bertujuan meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas di kalangan pengemudi ojek.
Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Lalu Lintas Polda Papua Barat, Kepala PT. Jasa Raharja Papua Barat beserta jajaran, personel Satuan Tugas Operasi Patuh Mansinam 2025, serta 35 orang perwakilan komunitas ojek dari wilayah Manokwari.
Dalam sambutannya, Dirlantas Polda Papua Barat, Komisaris Besar Polisi Andre J.W. Manputty, S.I.K., menjelaskan bahwa Operasi Patuh Mansinam 2025 telah berlangsung sejak 14 Juli dan akan berakhir pada 27 Juli 2025. Ia menekankan pentingnya keterlibatan para pengendara ojek sebagai mitra strategis kepolisian dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menggugah kesadaran kolektif para pengendara, khususnya pengemudi ojek, agar patuh terhadap aturan lalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya,” ujar Kombes Pol Andre.

Selain memberikan edukasi, kegiatan tersebut juga disertai dengan pendataan terhadap pengendara roda dua maupun roda empat yang tergabung dalam komunitas ojek. Pendekatan persuasif ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara aparat kepolisian dan pelaku transportasi informal dalam menciptakan suasana lalu lintas yang aman dan tertib.
Sementara itu, Kepala PT. Jasa Raharja Papua Barat dalam paparannya memberikan penjelasan terkait hak-hak korban kecelakaan lalu lintas serta prosedur penanganannya. Ia juga mengimbau para pengendara agar senantiasa memperhatikan kelengkapan surat kendaraan dan dokumen sah berkendara demi menjamin hak dan perlindungan hukum di jalan.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, khususnya mengenai keselamatan berkendara dan tata cara klaim Jasa Raharja.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Dirlantas Polda Papua Barat bersama PT. Jasa Raharja menyerahkan bantuan helm secara simbolis kepada para pengendara ojek yang hadir. Selain itu, sebanyak 12 pengemudi ojek yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) atau memiliki SIM yang sudah kedaluwarsa mendapat fasilitas pembuatan SIM secara gratis.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan penyampaian harapan agar kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkala. Respons positif dari peserta menjadi indikasi bahwa pendekatan dialogis dan edukatif sangat efektif dalam membangun kesadaran berlalu lintas yang berkelanjutan di Papua Barat. (red/rls)
