FAKFAK, PinFunPapua.com — Kebakaran besar yang terjadi di kawasan pertokoan Jl. Isak Telusa, Fakfak, Sabtu pagi (20/9/2025), menyisakan duka mendalam. Tujuh bangunan hangus rata dengan tanah, dan seorang relawan pemadam dinyatakan meninggal dunia akibat terjebak dalam kepungan api.
Sejumlah petugas pemadam kebakaran lainnya juga harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami sesak napas akibat terlalu lama terpapar asap tebal saat berjibaku memadamkan api.
Menanggapi situasi darurat ini, tim medis dari RSUD Fakfak langsung turun ke lokasi. Di bawah komando Direktur RSUD Fakfak, Farid Mahubessy, tim medis membawa peralatan darurat dan memberikan pertolongan langsung di lapangan.
“Kami langsung turun karena setiap detik sangat berharga. Beberapa petugas damkar harus segera diberi oksigen dan tindakan medis cepat untuk menghindari kondisi lebih parah,” ujar Farid F. Mahubessy.

Dari data yang dihimpun, sebanyak tiga orang korban dilarikan ke IGD, satu di antaranya meninggal dunia. Sementara empat orang lainnya ditangani langsung di lokasi kejadian dengan pemberian oksigen akibat sesak napas.
Berkat penanganan cepat ini, kondisi para korban yang sempat kritis berhasil distabilkan. “Syukur alhamdulillah, yang lainnya sudah kembali sehat wal afiat,” tambah Mahubessy.
Pemandangan di lokasi kebakaran menggambarkan sinergi luar biasa antara aparat TNI-Polri, petugas damkar, tenaga medis, dan warga setempat. Di tengah kobaran api, semua elemen masyarakat bersatu menghadapi bencana.
Meski api berhasil dipadamkan, peristiwa ini meninggalkan luka mendalam. Gugurnya seorang relawan menjadi pengingat betapa besar pengorbanan mereka yang berada di garis depan.
RSUD Fakfak menyatakan tetap siaga untuk penanganan lanjutan, baik fisik maupun psikologis bagi korban dan petugas. Kehadiran langsung sang direktur bersama timnya menjadi simbol nyata bahwa kepedulian dan keselamatan nyawa manusia tetap menjadi prioritas utama di tengah bencana. (Risman Bauw)
