Manokwari, PinFunPapua.com — Pemerintah Provinsi Papua Barat menegaskan komitmennya terhadap pemanfaatan data statistik sebagai landasan pembangunan yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Pekan Data Statistik – Sinergi Stabilitas Inflasi dan Akselerasi Industri (PESTA SINOLI) Papua Barat Tahun 2025 yang digelar pada Jumat, 26 September 2025 di Auditorium Manokwari City Mall (MCM).
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, melalui Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Papua Barat, Melkias Werinusa, secara resmi menghadiri dan membuka kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua Barat bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat.
Dengan mengusung tema “Statistik Berdampak untuk Indonesia Maju”, kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Statistik Nasional dan sekaligus menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antarlembaga dalam mendukung pembangunan berbasis data.

Dalam sambutannya, Melkias Werinusa menyampaikan bahwa kegiatan Pesta Sinoli sangat relevan dengan kondisi pembangunan Papua Barat saat ini, khususnya dalam konteks perlunya kebijakan berbasis data.
“Melalui kegiatan ini, kita diharapkan dapat memahami pentingnya data statistik yang berkualitas sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Papua Barat sebagai provinsi yang kaya akan sumber daya alam membutuhkan strategi pembangunan yang terukur dan berbasis data. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan BPS merupakan kunci utama dalam mewujudkan sinergi yang efektif untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong percepatan pembangunan industri di daerah tersebut.
Lebih lanjut, Melkias Werinusa mengungkapkan harapannya terhadap pelaksanaan Pesta Sinoli ini agar dapat memberikan dampak positif dalam empat aspek utama, yaitu:
1. Meningkatkan pemahaman masyarakat dan pemangku kepentingan mengenai pentingnya data statistik dalam perencanaan pembangunan.
2. Memperkuat sinergi antarlembaga dalam pengelolaan data dan informasi.
3. Mendorong inovasi dalam pemanfaatan teknologi untuk pengembangan statistik yang lebih akurat dan relevan.
4. Membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi aktif dalam kegiatan statistik.
Asisten II itu juga mengajak seluruh peserta yang hadir untuk memanfaatkan momentum ini sebagai ajang berbagi pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan data statistik guna mendukung pembangunan daerah.
“Semoga melalui kegiatan ini, kita dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia maju, khususnya percepatan pembangunan di tanah Papua Barat tercinta,” tutupnya.
Kegiatan Pesta Sinoli ini menjadi tonggak penting bagi Papua Barat dalam mengintegrasikan data sebagai fondasi utama perencanaan dan pelaksanaan kebijakan ekonomi serta pengembangan industri secara berkelanjutan.
(JN)
