MANOKWARI, PinFunPapua.com – Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani, menyoroti rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua Barat yang masih berada di tiga terbawah secara nasional berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurut Lakotani, capaian tersebut menjadi wajah nyata pembangunan di Papua Barat yang masih tertinggal dibandingkan daerah lain. “Bayangkan, kita provinsi kedua di tanah Papua, tetapi IPM kita masih di bawah. Ini tanggung jawab kami sebagai pimpinan. Tidak bisa lari dari kenyataan itu,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, setelah rilis BPS keluar, dirinya langsung menerima pesan dari seorang mantan pejabat Papua yang peduli terhadap pembangunan daerah. Dalam pesan tersebut, disampaikan bahwa Papua Barat harus segera menggenjot sektor pendidikan dan kesehatan melalui program Papua Barat Cerdas dan Papua Barat Sehat.
“Lusa sudah masuk bulan Oktober, tapi program Papua Barat Cerdas, Papua Barat Sehat, dan Papua Barat Produktif masih berjalan di tempat. Padahal komitmen kepala daerah adalah mendorong sektor pendidikan karena daya ungkitnya sangat signifikan untuk meningkatkan IPM,” jelasnya.
Lakotani meminta seluruh jajaran perangkat daerah, terutama Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, agar serius memperhatikan program prioritas tersebut. Ia menekankan pentingnya percepatan implementasi kebijakan karena sektor pendidikan dan kesehatan merupakan kunci peningkatan kualitas manusia Papua Barat.
“Kita berkomitmen meningkatkan pelayanan pendidikan, kesehatan, sekaligus melindungi kelompok rentan. Kalau fokus ke situ, dampaknya akan terasa pada kenaikan IPM kita,” pungkasnya. (red)
