MANOKWARI, PinFunPapua.com – Sejumlah pencari kerja (Pencaker) Formasi 2021 melakukan aksi pemalangan jalan di kawasan Sogun, tepatnya di bawah Kantor Bupati Manokwari, Selasa (2/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap janji pengangkatan pegawai yang hingga kini belum terealisasi.
Koordinator Pencaker Formasi 2021, Oktovilus Renggo, mengatakan aksi turun ke jalan dilakukan setelah berbagai upaya penyampaian aspirasi kepada pemerintah daerah tidak membuahkan hasil.
“Sejak tahun 2024 kami sudah melakukan aksi damai, mulai dari di BKD sampai ke Kantor Bupati. Namun sampai hari ini tidak ada proses maupun hasil yang baik bagi kami,” ujarnya.
Menurut Oktovilus, para pencaker merasa kecewa karena janji pemerintah daerah terkait pengangkatan pegawai belum dipenuhi. Ia mengungkapkan bahwa pada 22 Mei 2025, Bupati Manokwari pernah menjanjikan adanya kuota pengangkatan bagi pencaker Formasi 2021.
“Waktu itu dijanjikan ada 120 kursi. Sebagian akan diakomodir terlebih dahulu, kemudian sisanya menyusul. Namun sampai sekarang janji itu belum terlaksana,” katanya.
Ia juga menyoroti pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang baru-baru ini dilakukan pemerintah daerah. Menurutnya, pengangkatan tersebut seharusnya tidak menggunakan kuota Formasi 2021, mengingat masih banyak peserta formasi tersebut yang belum terakomodasi.
“Kalau memang pengangkatan PPPK, gunakan kuota PPPK. Jangan memakai Formasi 2021, karena kami yang masuk dalam formasi itu sampai saat ini belum terakomodir,” tegasnya.
Selain menagih janji pengangkatan pegawai, massa aksi juga meminta pemerintah daerah segera membuka formasi baru apabila penambahan kuota Formasi 2021 tidak lagi memungkinkan.
“Kami berharap ada solusi. Jika memang tidak ada penambahan kuota Formasi 2021, maka bukalah formasi baru agar kami bisa kembali bersaing secara terbuka,” ujarnya.
Oktovilus juga meminta perhatian dari pemerintah pusat, termasuk Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kementerian PAN-RB, dan pihak terkait lainnya. Ia menilai perlu ada kejelasan terhadap proses Formasi 2021 yang menurutnya mengalami penundaan pengumuman hingga setelah pelaksanaan Pilkada.
“Kami meminta BKN, Menpan-RB maupun pihak terkait untuk ikut bertanggung jawab dan segera membuka formasi baru bagi kami yang sampai saat ini belum mendapatkan kepastian,” katanya.
Dalam kesempatan itu, massa juga mengingatkan janji politik yang pernah disampaikan Bupati dan Wakil Bupati terkait rencana pengangkatan 1.000 pegawai pasca pelantikan. Mereka menilai janji tersebut hingga kini belum terealisasi.
“Kalau memang kuota itu ada, segera keluarkan melalui formasi baru supaya kami bisa ikut bersaing kembali. Itu yang kami harapkan,” tutup Oktovilus.
Aksi pemalangan sempat menghambat arus lalu lintas di sekitar Jalan Sogun dan mendapat pengawalan aparat keamanan. Hingga berita ini diturunkan, massa masih menunggu tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Manokwari terkait tuntutan yang disampaikan. (JN)
