Rektor Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) Manokwari, Prof. Robert Hammar, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, atas penyaluran 99 beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada mahasiswa UNCRI (FOTO:Aufrida Marisan)
MANOKWARI, PinFunPapua.com – Rektor Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) Manokwari, Prof. Robert Hammar, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, atas penyaluran 99 beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada mahasiswa UNCRI.
Menurut Prof. Hammar, langkah Filep Wamafma menjadi bukti nyata bahwa aspirasi lembaga legislatif pusat dapat langsung dirasakan oleh masyarakat di Papua Barat, terutama mahasiswa swasta yang sering kali kesulitan mengakses bantuan pendidikan. “Kampus swasta seperti kita ini sebenarnya sangat membutuhkan dukungan seperti KIP. Banyak mahasiswa yang tertunda kuliahnya karena kendala biaya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, banyak mahasiswa di kampus swasta merupakan lulusan lama dari SMA yang baru berkesempatan kuliah setelah beberapa tahun. “Sayangnya, aturan KIP sering kali membatasi penerima hanya untuk lulusan baru, sehingga banyak mahasiswa swasta yang tidak bisa mendapatkan bantuan. Tetapi tahun ini luar biasa, berkat perhatian Bapak Filep, sebanyak 99 mahasiswa bisa menerima beasiswa tersebut,” ungkapnya.
Robert menilai, kebijakan bantuan pendidikan perlu memperhatikan kondisi sosial dan ekonomi di Tanah Papua yang berbeda dari daerah lain. “Kita di Papua punya tantangan tersendiri. Karena itu, dukungan seperti ini sangat berarti. Saya berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih kepada perguruan tinggi swasta di wilayah LLDikti Wilayah XIV,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperjuangkan kesejahteraan pendidikan. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan dana otonomi khusus (Otsus). Dana Otsus besar, tetapi ke mana perginya dana itu? Harusnya bisa membantu mahasiswa yang tidak terakomodasi dalam program KIP,” tegasnya.
Selain menyampaikan apresiasi, Prof. Hammar juga berpesan kepada mahasiswa penerima KIP agar menggunakan bantuan tersebut dengan penuh tanggung jawab. “Gunakan dana KIP ini sebaik mungkin untuk kebutuhan pendidikan. Jangan disalahgunakan. Jaga indeks prestasi agar tidak turun di bawah 3. Ini bentuk penghormatan kalian kepada negara dan kepada Bapak Filep yang telah memperjuangkan aspirasi ini,” tuturnya.
Ia menutup sambutan dengan doa dan harapan agar Filep Wamafma terus diberikan kesehatan dan kebijaksanaan dalam memperjuangkan kepentingan pendidikan di Papua Barat. “Semoga Tuhan memberi kekuatan dan kebijaksanaan kepada Bapak Filep untuk terus membantu kampus-kampus di Papua Barat. Kita butuh lebih banyak sosok seperti beliau yang benar-benar memperjuangkan masa depan anak-anak Papua,” pungkasnya. (red)
