FAKFAK,PinFunPapua.com – Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak menggelar Konferensi III Tahun 2025 di Graha Tceceq Fakfak, Kamis (6/11/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat struktur kelembagaan adat, memperbaharui arah perjuangan masyarakat adat, serta meneguhkan kembali nilai-nilai luhur Tanah Mbaham Matta.
Konferensi yang dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dewan Adat Papua (DAP) ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, pemuda adat, hingga perwakilan Pemerintah Kabupaten Fakfak.
Angkat Semangat “Satu Tungku Tiga Batu”
Dalam laporannya, Ketua Panitia Badarudin Heremba didampingi Wakil Ketua Panitia Kubu Rafles Gwasgwas, menegaskan bahwa konferensi kali ini mengusung semangat “Satu Tungku Tiga Batu”, simbol keseimbangan antara adat, agama, dan sosial dalam kehidupan masyarakat Fakfak.
“Konferensi ini bukan sekadar forum administratif, tetapi rumah besar untuk menyatukan kasih Tuhan, alam, dan manusia. Kita semua bersaudara dalam kasih,” ujar Badarudin.
Tahun ini, Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak mengangkat tema besar: “Berpijak Pada Kebenaran Pencipta, Alam, dan Manusia untuk Pemulihan Negeri Papua.”
Sementara subtema yang diusung adalah:
“Melalui Reorganisasi dan Sinergitas, Kita Lindungi Budaya, Sumber Daya, dan Hak Masyarakat Adat di Tengah Dinamika Sosial.”
Tema tersebut menjadi refleksi bersama untuk menjaga keseimbangan hidup masyarakat adat dalam menghadapi tantangan modern tanpa melupakan akar budaya dan warisan leluhur.
Panitia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
“Tuhan menciptakan kita berbeda agar saling mengenal dan melengkapi. Konferensi ini harus melahirkan keputusan yang membawa kebaikan bagi semua,” tambah Badarudin.
Dukungan dan Komitmen Bersama
Konferensi III Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Kabupaten Fakfak, BUMD, PUSAKA Bentala Rakyat, Greenpeace Indonesia, dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).
Seluruh bantuan dan dukungan, tegas panitia, dikelola secara transparan dan bertanggung jawab sesuai amanah adat.
Melalui konferensi ini, Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak berharap lahir kepemimpinan adat yang kuat, solid, dan berdaya, mampu melindungi hak-hak masyarakat adat sekaligus menjaga harmoni kehidupan di Tanah Papua.
“Mari kita jaga tanah ini dengan kasih, lindungi budaya dan sumber daya kita, serta terus bersatu dalam semangat Tiga Batu Tungku,” tutup Badarudin penuh harap.
Konferensi III Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak Tahun 2025 menjadi penegasan bahwa masyarakat adat Fakfak siap melangkah maju dengan semangat persaudaraan, keadilan, dan cinta terhadap tanah leluhur. (Risman Bauw)
