FAKFAK,PinFunPapua.com – Dalam rangka menyongsong Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Paroki Santo Yosep Fakfak secara resmi merilis jadwal pelayanan Pengakuan Dosa bagi umat Katolik di Pusat Paroki. Pelayanan ini menjadi bagian penting dari persiapan rohani umat selama Masa Adven.
Pengakuan Dosa atau Sakramen Tobat merupakan salah satu dari tujuh sakramen Gereja Katolik yang bertujuan memberikan pengampunan dosa, pemulihan batin, serta pendamaian kembali dengan Allah dan sesama. Melalui sakramen ini, umat diajak untuk menyambut kelahiran Yesus Kristus dengan hati yang bersih, damai, dan penuh sukacita.
Berdasarkan pengumuman resmi Paroki Santo Yosep Fakfak, pelayanan Pengakuan Dosa akan dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Jumat, 19 Desember 2025 dan Sabtu, 20 Desember 2025, bertempat di Pusat Paroki Santo Yosep Fakfak.
Pada Jumat, 19 Desember 2025, pelayanan dimulai pukul 17.00 WIT dan akan dilanjutkan kembali setelah perayaan misa hingga selesai. Sementara itu, pada Sabtu, 20 Desember 2025, pelayanan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIT.

Pelayanan Sakramen Tobat ini akan dilayani oleh beberapa imam, yakni Pastor Alex Fabianus, Pr, Pastor Oliver, OSA, dan Pastor Petrus Plue, Pr, guna memastikan umat dapat terlayani dengan baik, tertib, dan khusyuk.
Pastor Paroki Santo Yosep Fakfak, Pastor Alex Fabianus, Pr, mengimbau seluruh umat untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai bagian dari persiapan batin menyambut Natal dan memasuki tahun yang baru.
“Pengakuan dosa bukan sekadar rutinitas, melainkan kesempatan untuk memperbarui diri dan berdamai dengan Tuhan. Umat diharapkan mengikuti pelayanan ini dengan sungguh-sungguh,” ujar Pastor Alex.
Ia juga menambahkan bahwa umat yang belum sempat mengikuti pengakuan dosa sesuai jadwal yang telah ditentukan dapat menghubungi langsung Pastor Paroki untuk pengaturan pelayanan lanjutan.
Selain pelayanan Sakramen Tobat, rangkaian Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Paroki Santo Yosep Fakfak juga akan dibantu oleh Pastor Melki Tukan, SVD. Seluruh umat diajak untuk terlibat aktif dalam setiap tahapan persiapan, termasuk gladi dan perayaan liturgi, sebagai wujud kebersamaan dan pendalaman iman. (Risman Bauw)
