INTAN JAYA,PinFunPapua.com – Kepergian Dami Zanambani meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga bagi dunia jurnalisme dan perjuangan hak asasi manusia di Tanah Papua. Dami dikenang sebagai jurnalis muda Papua yang teguh memegang nilai kemanusiaan, kejujuran, serta keberpihakan kepada masyarakat adat dan kaum kecil.
Almarhum merupakan salah satu pendiri media online MajalahKribo.com, sebuah media alternatif yang lahir dari semangat pemuda-pemuda Papua pada tahun 2013. Media tersebut didirikan saat Dami bersama rekan-rekannya tengah menempuh pendidikan di Pulau Jawa, khususnya Yogyakarta, sebagai respons atas minimnya pemberitaan tentang Papua di ruang digital nasional.
Sebagai anak asli Suku Moni, Dami dikenal tekun, berintegritas, dan konsisten menyuarakan isu-isu kemanusiaan. Dalam setiap karya jurnalistiknya, ia selalu menjadikan nurani sebagai kompas utama. Bagi Dami, jurnalisme bukan sekadar profesi, melainkan alat perjuangan untuk memberi suara bagi mereka yang kerap dibungkam dan diabaikan.
Pada periode 2013–2016, MajalahKribo.com sempat berkembang pesat. Namun, seiring para pengelolanya menyelesaikan pendidikan dan kembali ke daerah masing-masing, aktivitas media tersebut perlahan vakum. Hingga pada 2019, Dami kembali menggagas pengaktifan MajalahKribo.com.
Gagasan itu terwujud setelah pertemuannya dengan Ronaldo Josef Letsoin, jurnalis muda Papua, di sebuah warung internet di Jalan Merdeka, Nabire. Dari pertemuan sederhana dan diskusi ringan seputar jurnalistik dan Papua, keduanya menemukan kesamaan visi. Sejak saat itu, MajalahKribo.com kembali aktif dengan semangat keberpihakan pada kemanusiaan dan masyarakat adat.
Dalam perjalanan berikutnya, Dami yang dipercaya mengemban amanah sebagai Komisioner KPU Kabupaten Intan Jaya memilih mengundurkan diri dari aktivitas jurnalistik aktif sebagai bentuk tanggung jawab terhadap jabatan publik. Tongkat estafet kepemimpinan MajalahKribo.com kemudian dipercayakan kepada Ronaldo Josef Letsoin sebagai Pimpinan Umum sekaligus Pimpinan Redaksi.
Bagi Ronaldo, Dami bukan sekadar pendiri media, melainkan guru, mentor, dan sosok kakak yang membimbing banyak jurnalis muda Papua.
“Tulisan-tulisan Dami, terutama tentang figur dan kemanusiaan, menjadi referensi dan inspirasi bagi saya dan banyak jurnalis muda Papua,” kenang Ronaldo.
Lima hari sebelum wafat, keduanya masih sempat berkomunikasi. Dalam percakapan terakhir itu, Dami menceritakan kesibukannya sebagai penyelenggara pemilu, sementara Ronaldo menyampaikan rencana pengembangan MajalahKribo.com, termasuk penguatan konten visual dan media digital. Percakapan tersebut kini dikenang dengan penuh haru.
Kabar wafatnya Dami Zanambani pada 4 Februari disampaikan melalui media sosial Instagram dan Facebook KPU Provinsi Papua Tengah, dan segera mengundang banyak ungkapan belasungkawa dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari aktivis HAM terkemuka Indonesia sekaligus pendiri Yayasan Lokataru, Haris Azhar.
“Saya sangat sedih sejam lalu dapat kabar dari Ibu Nancy Rawerai berita adik ini meninggal. Saya bersaksi Dami orang baik, pintar dan rajin. Saya sangat senang berteman dengan almarhum. Dia suka kirimkan saya daging rusa. Kami sering bertukar pikiran. Sedih. Papua berduka kehilangan satu anak muda yang luar biasa,” tulis Haris Azhar.
Kesaksian tersebut menggambarkan sosok Dami Zanambani sebagai pribadi yang hangat, cerdas, tulus dalam persahabatan, serta konsisten memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.
Atas nama seluruh kru dan keluarga besar MajalahKribo.com, penghormatan setinggi-tingginya disampaikan atas dedikasi, perjuangan, dan pengabdian almarhum.
Kepergian Dami Zanambani merupakan kehilangan besar bagi jurnalisme Papua. Ia dikenang sebagai pendiri, penggerak, dan bapak MajalahKribo.com—seorang jurnalis yang setia pada nurani, kebenaran, dan kemanusiaan.
Selamat jalan, Dami Zanambani.
Warisan nilai dan perjuanganmu akan terus hidup.(Rls/R.B)
