Ketua BUMKam Bersama Ita Mancia Kokas, Abdul Tanggi Iriwanas.(Foto: Risman Bauw).
FAKFAK,PinFunPapua.com – Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) Ita Mancia Kokas kembali menunjukkan perkembangan signifikan dalam pemasaran hasil alam masyarakat. Memasuki pengiriman tahap kedua yang dilaksanakan pada Jumat (13/2/2026), proses distribusi komoditas pertanian dan perikanan berjalan lebih lancar, tertata, dan maksimal dibandingkan tahap pertama.
Pada tahap kedua ini, volume pengiriman meningkat dengan penataan logistik yang lebih rapi. Proses pengumpulan, pengepakan hingga pengiriman dilakukan tepat waktu, mencerminkan kesiapan kelembagaan BUMKam yang semakin profesional dalam mengelola distribusi hasil produksi masyarakat.
Ketua BUMKam Ita Mancia Kokas, Abdul Tanggi Iriwanas, menyampaikan bahwa seluruh permintaan barang dari mitra berhasil dipenuhi dengan jumlah item yang meningkat. Produk yang dikirim merupakan potensi unggulan dari kampung-kampung wilayah pesisir dan daratan, mulai dari hasil kebun masyarakat hingga tangkapan nelayan lokal.
“Alhamdulillah, proses pengiriman kedua ini jauh lebih baik. Semua barang yang diminta bisa kita penuhi dan mitra juga puas dengan kerja sama yang berjalan,” ujar Tanggi.

Dalam kemitraan tersebut, PT Huatong Services Indonesia (HSI) memberikan apresiasi atas konsistensi suplai, ketepatan waktu pengiriman, serta kualitas produk yang dihasilkan masyarakat. Dukungan perusahaan ini menghadirkan kepastian pasar yang jelas dan berkelanjutan bagi hasil alam kampung.
Kegiatan pendistribusian ini juga menjadi bagian dari komitmen BP Tangguh dalam menjalankan program sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Komitmen tersebut sebelumnya telah disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Program Nort Uba pada 23 Desember 2025 di Distrik Kokas. Melalui dukungan itu, penguatan kelembagaan BUMKam dan perluasan akses pasar bagi masyarakat terus didorong agar berjalan berkelanjutan.
Menurut Tanggi, keberadaan pasar tetap menjadi angin segar bagi warga. Mama-mama yang berkebun dan para nelayan kini tidak lagi harus menjual hasil panen atau tangkapan di pinggir jalan dengan harga yang tidak menentu. Melalui skema pembelian terjadwal, hasil produksi masyarakat langsung terserap dengan harga yang lebih stabil.
“Sekarang masyarakat tidak bingung lagi cari pembeli. Begitu panen atau melaut, sudah ada penampungnya. Ini yang membuat semangat kerja meningkat,” katanya.
Selain dukungan mitra perusahaan dan BP Tangguh, peran pemerintah daerah serta pemerintah distrik turut memperkuat legalitas usaha BUMKam, mulai dari proses administrasi, pendampingan kelembagaan hingga kemudahan dalam kontrak kerja sama. Hal tersebut membuat operasional distribusi berjalan lebih profesional dan terpercaya.
Ke depan, BUMKam berencana memperluas jejaring kerja sama dengan BUMKam di setiap kampung serta Koperasi Merah Putih guna menghimpun lebih banyak produk lokal sekaligus memperluas jangkauan pemasaran, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan merata oleh seluruh masyarakat.

Adapun komoditas pada pengiriman tahap kedua meliputi ikan segar, ikan asin, ikan kembung, ikan layang, serta berbagai hasil pertanian seperti terong, sawi, kacang panjang, dan sejumlah produk olahan kering.
BUMKam berharap program distribusi ini dapat terus berlanjut sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Tujuan utama dari semua proses ini satu, yaitu supaya masyarakat sejahtera. Orang tua di laut dan di kebun tahu bahwa setiap hasil kerja mereka pasti ada yang beli,” tutup Tanggi.(Risman Bauw).
