FAKFAK,PinFunPapua.com – Bupati Fakfak Samaun Dahlan mendorong agar kegiatan survei seismik di wilayah Arguni dan Kokas segera dilanjutkan setelah masyarakat Petuanan Arguni mencabut sasi adat yang sebelumnya menghambat aktivitas tersebut, Selasa (10/3/2026).
Bupati mengatakan Pemerintah Kabupaten Fakfak akan segera berkomunikasi dengan SKK Migas dan BP Tangguh untuk menindaklanjuti hasil kesepakatan yang telah dicapai bersama masyarakat adat terkait kelanjutan kegiatan eksplorasi di wilayah tersebut.
Menurut Samaun Dahlan, kegiatan eksplorasi seismik memiliki peran penting dalam upaya menambah cadangan energi nasional sekaligus mendukung rencana produksi gas di masa mendatang.
Saat ini, cadangan gas di kawasan Arguni diperkirakan sekitar 1,3 triliun kaki kubik (TCF). Jumlah tersebut dinilai masih terbatas untuk mendukung pengembangan produksi jangka panjang, sehingga diperlukan eksplorasi lanjutan guna menemukan potensi cadangan baru.
“Eksplorasi seismik menjadi langkah penting untuk menambah cadangan gas dan mendukung rencana produksi pada tahun 2028,” ujar Samaun Dahlan.
Ia menegaskan, keberlanjutan investasi sektor migas juga akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Fakfak. Selain melalui peningkatan Dana Bagi Hasil (DBH) migas, kegiatan industri ini juga membuka peluang kerja bagi tenaga lokal serta menggerakkan berbagai sektor ekonomi pendukung.
Samaun juga meluruskan sejumlah kekhawatiran yang sempat berkembang di kalangan nelayan terkait aktivitas seismik di perairan Arguni.

Menurutnya, tidak ada larangan bagi nelayan untuk tetap melaut selama kegiatan survei berlangsung. Kapal seismik bergerak mengikuti jalur survei dan tidak berada di satu titik dalam waktu lama, sehingga aktivitas nelayan tetap dapat berjalan seperti biasa.
“Koordinasi di lapangan hanya dilakukan oleh kapal pengawal untuk memastikan jalur pelayaran tetap aman, baik bagi kapal survei maupun perahu nelayan,” jelasnya.
Bahkan, menurutnya, aktivitas industri ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi nelayan setempat. Hasil tangkapan nelayan selama ini turut diserap untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pekerja di kapal seismik maupun fasilitas LNG.
Selain itu, pemerintah daerah memastikan akses dari Distrik Kokas menuju kawasan LNG Tangguh yang sebelumnya sempat tertutup akan segera dibuka kembali.
Akses tersebut dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, aktivitas penangkapan ikan, serta distribusi logistik bagi kegiatan industri migas di wilayah tersebut.
Distrik Kokas sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu pusat rekrutmen tenaga kerja lokal bagi kegiatan industri energi di kawasan Fakfak.
Dengan kembali normalnya aktivitas di wilayah Arguni dan Kokas, Pemerintah Kabupaten Fakfak berharap investasi sektor energi dapat berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah pesisir Fakfak. (Risman Bauw).
