FAKFAK,PinFunPapua.com – Keresahan yang sempat menyelimuti perairan Arguni akhirnya mereda. Setelah beberapa waktu aktivitas survei seismik terhenti akibat pemasangan sasi adat oleh masyarakat Petuanan Arguni, sasi tersebut resmi dicabut melalui prosesi adat yang berlangsung di Kampung Taver, Distrik Arguni, Selasa (10/3/2026).
Prosesi pencabutan sasi adat atau kera-kera dipimpin langsung oleh Raja Arguni, Hanafi Paus-Paus, di kediamannya. Pertemuan adat tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah, tokoh adat, serta perwakilan masyarakat petuanan Arguni yang selama ini menyuarakan aspirasi mereka terkait aktivitas eksplorasi migas di wilayah perairan tersebut.
Dalam suasana musyawarah yang terbuka, masyarakat adat dan pemerintah daerah akhirnya mencapai sejumlah kesepakatan yang menjadi dasar dibukanya kembali sasi adat.

Salah satu poin penting yang disepakati adalah komitmen Pemerintah Kabupaten Fakfak untuk memfasilitasi lima perwakilan masyarakat adat Petuanan Arguni bertemu dengan pihak SKK Migas dan BP Tangguh. Pertemuan ini dimaksudkan sebagai ruang komunikasi langsung untuk membahas berbagai aspirasi masyarakat terkait aktivitas eksplorasi migas.
Prosesi pembukaan sasi adat tersebut juga dihadiri langsung oleh Bupati Fakfak Samaun Dahlan, Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Asisten Setda, Kepala OPD, Staf Khusus Bupati, serta tokoh adat dan masyarakat setempat.
Pembukaan sasi ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, perempuan, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak.

Dalam kesempatan itu, warga petuanan Arguni juga menyampaikan sejumlah syarat terkait keberlanjutan operasional proyek seismik. Salah satunya adalah permintaan kepada bp Indonesia untuk memberikan kompensasi sebesar Rp2 miliar kepada nelayan yang terdampak langsung oleh aktivitas eksplorasi di perairan Arguni.
Selain itu, masyarakat juga meminta agar Koperasi Enenem Jaya di Arguni dapat kembali dioperasikan, sehingga hasil tangkapan nelayan setempat dapat disalurkan ke LNG Tangguh.
Menanggapi pembukaan sasi tersebut, Bupati Fakfak Samaun Dahlan menegaskan bahwa langkah ini memiliki arti penting bagi ketahanan energi nasional.

“Eksplorasi seismik ini sangat penting untuk menemukan cadangan baru guna menambah kapasitas lapangan Ubadari. Saat ini cadangan migas di wilayah Arguni tercatat sekitar 1,3 TCF. Targetnya pada tahun 2028 produksi sudah dapat berjalan sesuai rencana,” ujar Samaun Dahlan kepada awak media usai menghadiri prosesi adat di Kampung Taver.
Bupati menambahkan, hasil pencabutan sasi adat ini akan segera dilaporkan kepada SKK Migas dan bp Indonesia agar kapal seismik dapat kembali beroperasi di wilayah perairan Arguni.
Pemerintah Kabupaten Fakfak juga berharap seluruh masyarakat Distrik Arguni dan Kabupaten Fakfak dapat memberikan dukungan terhadap investasi sektor migas tersebut. Keberhasilan proyek ini diyakini akan membawa dampak positif bagi daerah, seperti peningkatan Dana Bagi Hasil (DBH) migas, penyerapan tenaga kerja lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor pendukung di Kabupaten Fakfak. (Risman Bauw).
