MANOKWARI,PinFunPapua.com – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat bersama Yayasan Rumbai Koteka Papua menggelar sosialisasi kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat di Manokwari, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi masyarakat asli Papua.
Sosialisasi tersebut dipimpin oleh Direktur Binmas Polda Papua Barat, Kombes Pol
Kombes Pol Hari S. Sembiring, yang didampingi Ketua Yayasan Rumbai Koteka Ayub Insiren serta perwakilan Kesbangpol Papua Barat.
Dalam sambutannya, Hari menegaskan komitmen Polda Papua Barat untuk lebih dekat dan hadir membantu masyarakat, terutama dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang dihadapi generasi muda Papua.
“Kami berkomitmen untuk benar-benar menyentuh masyarakat asli Papua. Dari data yang kami lihat, masih banyak anak usia produktif yang belum bekerja, bahkan ada yang putus sekolah,” ujarnya.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap masa depan generasi muda, termasuk kemampuan mereka dalam membantu perekonomian keluarga.
“Bagaimana mereka bisa membantu orang tua jika belum memiliki penghasilan tetap. Ini yang menjadi perhatian kami bersama,” kata Hary.
Ia menyebutkan, upaya penanganan persoalan tersebut tidak dapat dilakukan sendiri oleh kepolisian, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun pusat.
“Kami yakin ini membutuhkan campur tangan pemerintah secara luas. Kami dari Polda berinisiatif untuk memberikan sentuhan awal, agar ke depan bisa mendorong percepatan pembangunan dari pemerintah pusat,” ujarnya.
.
Dalam kegiatan itu, Yayasan Rumbai Koteka turut mengambil peran penting dengan pendekatan yang sederhana namun menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Fokus utama yang diusung adalah peningkatan pelayanan kesehatan dan akses pendidikan.
Menurut Hari, kedua sektor tersebut merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas generasi muda Papua.
“Tidak perlu teknologi yang terlalu tinggi, kita mulai dari hal sederhana. Membangun masyarakat dimulai dari meningkatkan standar pelayanan kesehatan. Kalau anak-anak kita sehat, saya yakin mereka bisa bersaing untuk menggapai masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kesehatan yang baik akan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, kedua aspek tersebut juga menjadi bagian dari program prioritas Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Selain sosialisasi, kegiatan ini juga menjadi momentum pendataan bagi anak-anak yang putus sekolah maupun yang belum menyelesaikan pendidikan formal. Nantinya, mereka akan diarahkan untuk mengikuti program pendidikan kesetaraan melalui Yayasan Rumbai Koteka.
“Kami mengajak bapak dan ibu untuk mengarahkan anak-anak yang belum tamat sekolah agar didata. Kami akan perjuangkan mereka untuk bisa mengikuti paket kesetaraan,” kata Hari
Tak hanya itu, Polda Papua Barat juga mendata lulusan SMA yang belum mendapatkan pekerjaan. Bagi mereka, akan diberikan kesempatan mengikuti pelatihan keterampilan, salah satunya melalui pendidikan satuan pengamanan (Satpam) yang difasilitasi oleh Direktorat Binmas.
Melalui pelatihan tersebut, peserta akan memperoleh sertifikat Gada Pratama serta kartu tanda anggota Satpam, yang menjadi syarat untuk bekerja di bidang keamanan.
“Setelah mengikuti pendidikan, mereka akan memiliki sertifikat dan identitas resmi sebagai anggota Satpam. Ini menjadi bekal penting untuk masuk ke dunia kerja,” ujarnya.
Program ini, lanjut Hari, merupakan bagian dari dukungan terhadap program Gubernur Papua Barat dalam menciptakan masyarakat yang produktif dan siap kerja.
“Produktif artinya kita menyiapkan masyarakat sebagai tenaga kerja yang siap pakai. Mereka memiliki keahlian, memiliki ijazah, dan siap disalurkan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya mendorong perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di Papua Barat untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal.
“Perusahaan yang berinvestasi di Papua Barat memiliki kewajiban untuk menyerap tenaga kerja lokal. Ini yang harus kita perjuangkan bersama,” ujarnya.
Meski demikian, Hari mengakui bahwa upaya tersebut tidak bisa dilakukan secara instan dan membutuhkan proses bertahap.
“Memang tidak bisa sekaligus, tetapi harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya telah melaporkan program tersebut kepada Kapolda Papua Barat serta mengajak Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk bersama-sama memperjuangkan akses pekerjaan bagi masyarakat lokal.
“Kami mengajak Forkopimda untuk bersama-sama memperjuangkan agar masyarakat Papua Barat bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah ini,” ujarnya. (Dhy)
