FAKFAK,PinFunPapua.com – Antusiasme masyarakat Kabupaten Fakfak terhadap layanan kesehatan mata mengalami lonjakan signifikan sejak dibukanya pendaftaran operasi katarak dan pelayanan mata lainnya oleh RSUD Kabupaten Fakfak pada 15 April 2026. Tingginya minat ini menjadi indikator kuat bahwa kebutuhan layanan kesehatan mata di daerah tersebut masih sangat besar.
Direktur RSUD Kabupaten Fakfak, Farid Fauzan Mahubessy, mengungkapkan bahwa membludaknya jumlah pendaftar mendorong pihak rumah sakit untuk melakukan penyesuaian strategi pelayanan agar tetap optimal dan terkontrol.
“Sejak hari pertama pendaftaran dibuka, jumlah masyarakat yang datang sangat banyak. Untuk menjaga kualitas layanan sekaligus memastikan semua pasien tertangani dengan baik, kami membatasi pendaftaran sebanyak 25 orang per hari,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, kebijakan pembatasan tersebut merupakan langkah strategis guna menjaga keseimbangan seluruh layanan kesehatan di RSUD Fakfak. Di tengah tingginya permintaan layanan mata, rumah sakit tetap harus mengakomodasi pelayanan umum seperti medical check-up (MCU) dan layanan kesehatan lainnya.
“Kami tidak bisa hanya fokus pada satu layanan saja. Pengaturan alur pasien menjadi penting agar tidak terjadi penumpukan dan seluruh pelayanan tetap berjalan maksimal,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, RSUD Fakfak memprioritaskan masyarakat dengan KTP Fakfak dengan target kuota sekitar 300 pasien. Meski demikian, kesempatan tetap diberikan kepada masyarakat dari luar daerah.
“Kami utamakan warga Fakfak, namun tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat luar daerah. Selama sudah mendaftar, tetap akan kami layani. Jika kuota belum terpenuhi, pendaftaran akan dibuka lebih luas,” tambah Farid.
Untuk menjamin keselamatan pasien, setiap calon peserta operasi diwajibkan menjalani dua tahap skrining ketat. Tahap pertama meliputi pemeriksaan dasar seperti tes visus untuk mengukur ketajaman penglihatan. Sementara tahap kedua berupa pemeriksaan lanjutan, termasuk tes laboratorium dan penelusuran riwayat penyakit seperti diabetes melitus serta kondisi medis lainnya.
“Langkah ini penting untuk memastikan pasien benar-benar siap menjalani operasi dan meminimalkan risiko,” tegasnya.
Program ini difokuskan pada penanganan penyakit katarak dan pterigium yang menjadi kasus dominan di Fakfak. Namun, masyarakat dengan keluhan mata lainnya tetap dapat mengakses layanan sesuai alur yang telah disiapkan.
Dalam upaya menghadirkan layanan berkualitas, RSUD Fakfak menggandeng tim medis dari Rumah Sakit Mata Cicendo sebagai mitra strategis. Tim medis dijadwalkan tiba pada 1 Juli 2026 untuk melakukan skrining akhir, dilanjutkan operasi pada 2 hingga 3 Juli 2026, dan kembali pada 4 Juli.
Sebagai bentuk kesiapan, RSUD Fakfak telah menyiapkan ruang bekas ICU lama sebagai lokasi tindakan operasi minor, sementara pelayanan umum akan dipusatkan di area lapangan parkir yang telah ditata khusus.
Program operasi katarak massal ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi medis, tetapi juga mampu meringankan beban masyarakat yang selama ini harus dirujuk ke luar daerah dengan biaya dan waktu yang tidak sedikit.
“Kami ingin masyarakat Fakfak mendapatkan layanan kesehatan mata yang dekat, mudah, dan berkualitas. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” tutup Farid.
Dengan dukungan pemerintah daerah, tenaga medis, serta partisipasi aktif masyarakat, program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membuka kembali harapan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Fakfak secara menyeluruh. (Risman Bauw).
