Kepala Distrik Tomage Rudi Paus Paus Melakukan Monitoring dan Evaluasi di Puskesmas dan Beberapa Pustu Yang Ada di Wilayahnya, (Foto/Dok: Risman Bauw).
FAKFAK,PinFunPapua.com – Kepala Distrik Tomage, Rudi Paus Paus, S.Sos., M.Si., meminta Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Kesehatan segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi fasilitas pelayanan kesehatan di Distrik Tomage yang dinilai membutuhkan penanganan mendesak.
Permintaan tersebut disampaikan usai dirinya melakukan monitoring dan evaluasi di Puskesmas Tomage pada 6 Mei 2026. Dari hasil pemantauan tersebut, ditemukan sejumlah persoalan terkait sarana dan prasarana kesehatan yang dinilai dapat mempengaruhi kualitas pelayanan kepada masyarakat, Sabtu (16/5/2026).
“Setelah kami melakukan monitoring langsung di Puskesmas Tomage, ada beberapa hal yang memang perlu segera ditangani oleh Dinas Kesehatan, terutama terkait kondisi bangunan dan fasilitas pelayanan kesehatan,” ujar Rudi.
Ia menjelaskan, kondisi bangunan Puskesmas Tomage saat ini cukup memprihatinkan. Sejumlah plafon di beberapa ruangan mengalami kerusakan dan terlihat rapuh sehingga dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan pasien maupun tenaga medis saat pelayanan berlangsung.
“Kondisi plafon di beberapa ruangan sudah rusak dan rapuh. Kami khawatir jika tidak segera diperbaiki akan berdampak negatif terhadap pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien,” katanya.

Menurut Rudi, Puskesmas Tomage memiliki tipe bangunan yang sama dengan beberapa puskesmas lain di Kabupaten Fakfak, seperti Puskesmas Kayuni, Puskesmas Mbahamdandara, dan Puskesmas Timur Tengah. Namun, berdasarkan hasil evaluasi bersama pihak puskesmas, bangunan tersebut dinilai membutuhkan rehabilitasi dan penataan ulang agar pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih maksimal.
Selain persoalan infrastruktur, Rudi juga menyoroti kekurangan tenaga medis di Puskesmas Tomage, khususnya tenaga dokter. Ia menyebutkan idealnya puskesmas tersebut memiliki minimal dua dokter agar pelayanan di dalam gedung maupun pelayanan lapangan dapat berjalan optimal.
“Kalau idealnya harus ada dua dokter, sehingga satu bisa melayani di puskesmas dan satu lagi bisa melayani masyarakat di luar,” jelasnya.
Tak hanya itu, kebutuhan tenaga kesehatan secara keseluruhan juga dinilai masih sangat kurang. Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak puskesmas, dibutuhkan sekitar 50 tenaga medis dan pegawai kesehatan agar seluruh ruang pelayanan dapat berfungsi secara maksimal.
Meski demikian, Rudi menyebut fasilitas kesehatan di Puskesmas Tomage pada dasarnya sudah cukup lengkap. Namun, keterbatasan tenaga medis membuat pelayanan belum berjalan secara optimal.
“Fasilitas kesehatan sebenarnya sudah cukup lengkap, hanya tenaga medis yang masih kurang sehingga pelayanan belum maksimal,” ungkapnya.

Rudi turut meminta Dinas Kesehatan segera membantu penyelesaian izin operasional Puskesmas Tomage agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik dan sesuai standar.
Selain Puskesmas Tomage, ia juga menyoroti kondisi sejumlah puskesmas pembantu (Pustu) yang membutuhkan rehabilitasi ringan maupun berat, di antaranya Pustu Warisa Mulya dan Pustu Wonodadi. Bahkan, menurutnya, ada beberapa fasilitas kesehatan lain di wilayah tersebut yang membutuhkan pembangunan gedung baru.
“Kesehatan merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat. Kalau masyarakat ingin bekerja dan beraktivitas dengan baik, tentu harus didukung kondisi kesehatan yang baik juga. Karena itu saya berharap persoalan ini bisa segera mendapat perhatian dari pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Kesehatan,” tutupnya. (Risman Bauw).
