FAKFAK,PinFunPapua.com – Kabar baik datang bagi sektor kesehatan di Kabupaten Fakfak. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Fakfak, Provinsi Papua Barat, dalam waktu dekat akan menerima akreditasi C dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta dukungan dari UNICEF untuk pelaksanaan Training of Trainers (ToT) bidang kegawatdaruratan bagi tenaga kesehatan (Nakes).
Informasi tersebut disampaikan Direktur RSUD Fakfak, Farid Fauzan Mahubessy, usai mengikuti Lokakarya Penajaman Desain Program Penguatan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi di Tanah Papua yang berlangsung di Kota Jayapura pada 18–21 Mei 2026. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Pemerintah Pusat, KOICA, dan UNICEF.
Farid menjelaskan, akreditasi C yang akan diperoleh menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas layanan kesehatan di Fakfak, khususnya pada pelayanan kegawatdaruratan ibu dan anak.
“Akreditasi C yang nantinya kita peroleh ini memungkinkan RSUD Fakfak dapat melaksanakan Training of Trainers bagi tenaga kesehatan untuk pelatihan yang bersifat emergency dalam pelayanan ibu dan anak,” ujar Farid kepada media di Fakfak, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, pada pekan depan RSUD Fakfak akan mulai menerima pendampingan teknis terkait proses pendaftaran hingga persiapan sertifikasi akreditasi rumah sakit.
“Kami akan langsung mendapatkan pembimbingan dari bagian mutu dan SDM Kementerian Kesehatan RI,” jelasnya.

Tidak hanya memperoleh dukungan dari Kemenkes, hasil keikutsertaan dalam lokakarya tersebut juga membuka peluang kerja sama dengan UNICEF dalam penguatan sumber daya manusia kesehatan di Fakfak.
Farid mengungkapkan, UNICEF akan memberikan dukungan awal berupa pembiayaan pelaksanaan pelatihan, termasuk akomodasi dan kebutuhan tenaga pelatih untuk menyiapkan 25 orang trainer di RSUD Fakfak.
“Dukungan UNICEF ini menjadi pemicu awal. Pelatihan akan ditanggung untuk kebutuhan seperti akomodasi, biaya trainer, dan kebutuhan lainnya dalam menyiapkan tenaga pelatih,” ungkapnya.
Pelatihan ToT tersebut akan dilaksanakan secara gratis pada tahap awal karena mendapat dukungan penuh dari UNICEF.
Dalam pelaksanaannya, RSUD Fakfak akan menggandeng sejumlah lembaga dan institusi pendidikan kesehatan, di antaranya Pro Emergency, Universitas Papua, dan Poltekkes Kemenkes Sorong.
Program pendidikan dan pelatihan di RSUD Fakfak nantinya juga akan terus dikawal oleh Kemenkes melalui bidang mutu dan SDM hingga memperoleh akreditasi C dan mampu menyelenggarakan ToT bersertifikat bagi 25 tenaga pelatih.
Melalui dukungan tersebut, RSUD Fakfak berharap dapat memaksimalkan pengembangan layanan kesehatan ke depan, terutama dalam mendukung percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi di Tanah Papua pada periode 2025–2029. (Risman Bauw).
