Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, Foto/dok: Risman Bauw).
FAKFAK,PinFunPapua.com – Pemerintah Kabupaten Fakfak menegaskan komitmennya untuk memastikan proyek strategis pembangunan Pabrik Pupuk Kaltim tetap dilaksanakan di wilayah Kabupaten Fakfak. Meski sempat mengalami dinamika dan tarik ulur kepentingan sejak tahun 2023 hingga 2026, keberlanjutan investasi tersebut kini mulai menunjukkan kepastian.
Komitmen itu disampaikan Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, saat menghadiri pertemuan strategis bersama unsur Forkopimda, pimpinan DPRK, Sekretaris Daerah, serta para tokoh masyarakat di Gedung Winder Tuare, Jumat (22/5/2026). Pertemuan tersebut membahas dukungan percepatan investasi sektor migas, termasuk pelaksanaan survei seismik di wilayah Arguni, Blok Gaea dan Gaea II.
Dalam arahannya, Bupati menjelaskan bahwa berdasarkan hasil kajian konsultan yang ditunjuk oleh PT Pupuk Indonesia serta rekomendasi tim AMDAL tingkat provinsi dan pusat, lokasi awal pembangunan di Kampung Fior, Distrik Arguni, dinyatakan tidak layak untuk pembangunan pabrik karena mempertimbangkan aspek ruang dan kondisi kawasan.
Menurutnya, rekomendasi tersebut sempat memunculkan wacana pemindahan proyek ke wilayah lain yang telah memiliki kesiapan lahan. Namun Pemerintah Kabupaten Fakfak tetap memperjuangkan agar investasi tersebut tidak keluar dari daerah.
“Ground breaking sudah dilakukan di Fakfak pada tahun 2021. Karena itu, kami terus menyampaikan kepada pemerintah pusat agar proyek strategis ini tetap berada di Fakfak dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Bupati.
Perjuangan tersebut, lanjutnya, mulai membuahkan hasil. Pemerintah daerah telah menerima kepastian melalui terpenuhinya sejumlah persyaratan penting yang berkaitan dengan aspek regulasi dan bisnis.

Tiga persetujuan yang menjadi dasar penguatan proyek tersebut berasal dari Kementerian BUMN, Kementerian Investasi/BKPM, dan Kementerian ESDM.
“Alhamdulillah, dokumen persetujuan yang selama ini ditunggu telah tersedia. Ini menjadi sinyal positif bahwa rencana pembangunan pabrik pupuk masih berada di Fakfak,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, pihak Pupuk Indonesia dijadwalkan menyampaikan surat resmi kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak usai Hari Raya Idul adha terkait penetapan lokasi baru yang tetap berada di wilayah Fakfak.
Bupati juga menyampaikan bahwa setelah surat resmi diterima, pemerintah daerah akan turun langsung ke masyarakat, khususnya di Distrik Kokas dan wilayah sekitar, untuk membuka ruang dialog serta menyampaikan perkembangan rencana investasi secara terbuka.
Di akhir arahannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, dan Forkopimda untuk menjaga persatuan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif demi kemajuan daerah.
“Pembangunan akan berjalan baik ketika pemerintah dan masyarakat berjalan dalam satu tujuan. Investasi bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang membuka peluang bagi generasi Fakfak di masa depan.” (Risman Bauw).
