Bupati Fakfak, Samaun Dahlan Kelihatan Mesra Bersama Dandim 1803/Fakfak, Wahlin Rahman Menghadiri Puncak Perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua, (Foto/dok: Risman Bauw).
FAKFAK,PinFunPapua.com – Komandan Kodim 1803/Fakfak, Letkol Inf Wahlin Rahman, S.Pd., menghadiri puncak Perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua yang dirangkaikan dengan Syukur 1 Tahun Episkopal Uskup Timika di Kampung Brongkendik, Distrik Fakfak Tengah, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Sabtu (24/5/2026).
Perayaan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum bersejarah untuk mengenang perjalanan masuk dan berkembangnya misi Katolik di Tanah Papua yang berawal dari Kabupaten Fakfak. Ribuan umat Katolik dari berbagai wilayah di Papua turut hadir dalam suasana penuh sukacita, doa, dan kebersamaan.
Mengusung tema “Syukur atas Karya Allah dalam Kristus yang Menghidupkan Iman di Tanah Papua demi Kemuliaan Nama-Nya” serta subtema “Meneruskan Terang Injil sebagai Gereja yang Hidup, Berakar, dan Memberi Terang demi Kemuliaan Tuhan,” perayaan ini menegaskan komitmen umat untuk menjaga warisan iman sekaligus memperkuat nilai kasih, pelayanan, dan persaudaraan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Uskup Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA., Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Drs. Ali Baham Temongmere, M.T. mewakili Gubernur Papua Barat, Danrem 182/JO Kolonel Inf Irwan Budiana, S.E., M.M., M.Han., Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., unsur Forkopimda, para uskup, pastor, tokoh adat, tokoh agama, pimpinan daerah, serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Fakfak Samaun Dahlan menegaskan bahwa perayaan 132 tahun misi Katolik bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi bagian dari perjalanan sejarah pembangunan peradaban di Tanah Papua.

Menurutnya, Gereja Katolik telah memberikan kontribusi besar dalam bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan pembentukan nilai kemanusiaan yang memperkuat kehidupan masyarakat Papua.
Bupati juga mengangkat filosofi “Satu Tungku Tiga Batu” yang menjadi identitas masyarakat Fakfak sebagai simbol persatuan dan kerukunan antarumat beragama. Filosofi tersebut mencerminkan kehidupan yang saling menopang di tengah keberagaman sebagai fondasi menjaga kedamaian di Papua.
Rangkaian puncak perayaan diisi dengan ibadah syukur, doa bersama, prosesi adat, penampilan budaya, dan berbagai kegiatan rohani yang menggambarkan kuatnya harmoni antara nilai religius dan budaya lokal Papua.
Sementara itu, Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf Wahlin Rahman menyampaikan bahwa kehadiran TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap terciptanya keamanan, persatuan, dan penguatan hubungan harmonis antarumat beragama.
“Semangat toleransi dan persaudaraan yang telah diwariskan para pendahulu harus terus dijaga sebagai kekuatan bersama untuk membangun Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” ujarnya.
Melalui peringatan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua, Kabupaten Fakfak kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu titik sejarah penting penyebaran misi Katolik sekaligus contoh nyata kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan. (Risman Bauw).
