Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo bersama dengan Ketua IKBY Manokwari, Muhammad Subagyo Sugiarto. (FOTO : Istimewah )
MANOKWARI, PinFunPapua.com – Ikatan Keluarga Besar Yogyakarta (IKBY) Manokwari, Papua Barat, mengecam keras tindakan yang dilakukan Forum Jihad Islam (FJI) Yogyakarta terkait pembubaran aktivitas ibadah Jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (24/5).
Ketua IKBY Manokwari, Muhammad Subagyo Sugiarto, menegaskan tindakan pembubaran ibadah yang disertai dugaan intimidasi tersebut tidak mencerminkan nilai toleransi dan kerukunan yang selama ini dijunjung masyarakat Yogyakarta.
“Kami warga Yogyakarta yang saat ini berdomisili di Papua Barat, khususnya di Kabupaten Manokwari, dengan ini mengutuk keras tindakan FJI yang dilakukan di Sewon, Bantul, Yogyakarta,” ujar Subagyo dalam keterangannya.
Menurutnya, tindakan pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat serta merusak citra Yogyakarta sebagai daerah yang dikenal menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.
Ia menyebut, pembubaran aktivitas ibadah yang diikuti tindakan intimidatif tidak dapat dibenarkan karena bertentangan dengan semangat persatuan, kebebasan beragama, dan kehidupan demokrasi di Indonesia.
“Pembubaran tersebut juga disertai adanya intimidasi. Hal seperti ini tentu sangat kami sesalkan karena dapat merusak keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.
Subagyo menilai, tindakan intoleransi tidak hanya berdampak pada situasi sosial di Yogyakarta, tetapi juga dapat memengaruhi hubungan antarumat beragama di daerah lain, termasuk di Tanah Papua yang selama ini dikenal memiliki kehidupan masyarakat yang plural dan menjunjung nilai kebersamaan.
Ia menegaskan masyarakat Yogyakarta yang berada di Papua Barat tetap berkomitmen menjaga kerukunan antarumat beragama serta mendukung terciptanya suasana damai di tengah masyarakat.
“Kami berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan menghormati kebebasan setiap warga negara dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinannya masing-masing,” ujarnya.
IKBY Manokwari juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh tindakan yang dapat memecah belah kehidupan sosial maupun hubungan antarumat beragama.
Menurut Subagyo, nilai toleransi dan gotong royong harus tetap dijaga sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia yang majemuk.
“Keharmonisan sosial harus menjadi tanggung jawab bersama. Jangan sampai tindakan-tindakan intoleran merusak persaudaraan yang selama ini terbangun dengan baik,” tegasnya. (red)
