MANOKWARI, PinFunPapua.com — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., meresmikan revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Manokwari yang dipusatkan di SMP Advent Manokwari, Kamis (28/05/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Wujudkan Sekolah Asri” dan turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, tokoh agama, serta para pelajar.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti mengapresiasi sambutan hangat masyarakat Papua Barat, termasuk penampilan tarian khas Papua yang disebutnya sebagai gambaran nyata semangat Bhineka Tunggal Ika.
“Saya melihat semangat luar biasa dari bapak ibu sekalian, terutama para murid yang menyambut dengan penuh sukacita melalui tarian khas Papua. Ini menggambarkan kekayaan Indonesia dan bagaimana Bhineka Tunggal Ika benar-benar menjadi milik kita semua,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perbedaan suku, agama, dan latar belakang bukan menjadi pemisah, melainkan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang perjumpaan seluruh anak Indonesia.
“Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berkomitmen menjadikan sekolah sebagai rumah dan tempat bertemunya seluruh anak Indonesia yang berbeda-beda,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti juga menegaskan bahwa sekolah swasta merupakan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan pendidikan nasional.
“Semua yang belajar di sekolah negeri maupun swasta adalah anak-anak Indonesia yang harus kita didik bersama menjadi generasi emas 2045,” tegasnya.
Ia menyebut, pada tahun 2026 pemerintah mengalokasikan 23 persen program revitalisasi pendidikan untuk sekolah swasta. Selain itu, pemerintah juga membuka peluang dukungan anggaran dari pemerintah daerah bagi sekolah swasta sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2023.
Mendikdasmen menjelaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga penguatan kualitas guru dan budaya pendidikan.
Untuk infrastruktur fisik, revitalisasi sekolah mencakup pembangunan ruang belajar, pagar sekolah, tempat ibadah, penyediaan air bersih, hingga rumah guru di daerah terpencil.
“Kita bangun physical infrastructure agar anak-anak belajar di tempat yang aman dan nyaman,” ujarnya.
Di bidang peningkatan kualitas guru, pemerintah menyiapkan 150 ribu beasiswa bagi guru yang belum menyelesaikan pendidikan D4 atau S1 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Selain itu, pemerintah juga memperluas pelatihan guru di bidang pembelajaran mendalam, coding dan artificial intelligence (AI), STEM, kepemimpinan kepala sekolah, hingga bahasa Inggris.
“Kami dorong guru-guru untuk terus belajar melalui kebijakan satu hari belajar guru,” katanya.
Abdul Mu’ti juga menyoroti pentingnya pembangunan karakter siswa melalui program “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
Program lain seperti Pagi Ceria juga terus didorong melalui kegiatan menyanyikan lagu Indonesia Raya, senam anak Indonesia hebat, dan doa bersama sebelum masuk kelas.
Di akhir sambutannya, Mendikdasmen mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong memajukan pendidikan nasional demi mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
“Indonesia adalah negara yang sangat kaya. Karena itu kita harus menyiapkan anak-anak kita agar unggul dalam sains, teknologi, engineering, matematika, dan juga seni,” ujarnya.
Ia juga memaparkan capaian revitalisasi pendidikan di Papua Barat. Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan revitalisasi untuk 89 sekolah di Papua Barat dengan total anggaran Rp114 miliar dan telah selesai 100 persen.
Sementara untuk Kabupaten Manokwari, revitalisasi tahun 2025 mencakup 31 sekolah dengan total anggaran Rp39,9 miliar. Sedangkan usulan revitalisasi tahun 2026 mencapai 53 sekolah.
“Mudah-mudahan usulan revitalisasi sekolah di Manokwari dapat dipenuhi sehingga semakin banyak sekolah yang nyaman dan berkualitas,” pungkasnya. (JN)
