Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma, dijadwalkan menyerahkan ratusan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) kepada siswa dari berbagai jenjang pendidikan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Teluk Bintuni. ( FOTO : Doc Istimewah )
BINTUNI, PinFunPapua.com – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Teluk Bintuni menjadi kabar gembira bagi ratusan pelajar di daerah tersebut. Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma, dijadwalkan menyerahkan ratusan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) kepada siswa dari berbagai jenjang pendidikan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Teluk Bintuni.
Penyerahan bantuan pendidikan tersebut bertepatan dengan perayaan HUT Kabupaten Teluk Bintuni yang akan dilaksanakan pada Selasa, 9 Juni 2026. Kehadiran Filep dalam kegiatan tersebut sekaligus memenuhi undangan pemerintah daerah untuk menghadiri peringatan hari jadi kabupaten yang kini memasuki usia 23 tahun.
Menurut Filep, bantuan beasiswa Program Indonesia Pintar yang disalurkan melalui usulan DPD RI tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban pendidikan keluarga sekaligus mendorong para siswa untuk terus bersemangat menempuh pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
“Di momen HUT Kabupaten Teluk Bintuni ini, kami memberikan beasiswa bagi anak-anak Bintuni mulai dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas melalui usulan DPD RI. Saya berharap ratusan anak yang menerima bantuan pendidikan ini dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya untuk kebutuhan sekolah,” ujar Filep, Senin (8/6/2026).
Ia menegaskan bahwa dana bantuan tersebut harus digunakan sesuai peruntukannya, yakni untuk menunjang kebutuhan pendidikan para siswa. Dengan demikian, manfaat program pemerintah tersebut dapat dirasakan secara langsung oleh peserta didik dan keluarganya.
Program Indonesia Pintar merupakan bantuan tunai pendidikan dari pemerintah yang diberikan kepada peserta didik dari keluarga kurang mampu dan rentan miskin. Program ini dirancang untuk membantu anak-anak Indonesia tetap bersekolah dan mengurangi risiko putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.
Selain membantu biaya pendidikan, program tersebut juga bertujuan meningkatkan akses pendidikan yang merata bagi seluruh anak bangsa, termasuk mereka yang berada di daerah-daerah terpencil seperti Kabupaten Teluk Bintuni.
Dalam pelaksanaannya, bantuan PIP diberikan kepada siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Paket A, Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Paket B, hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), dan Paket C.
Besaran bantuan yang diterima siswa berbeda-beda sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditempuh. Untuk siswa SD, SDLB, dan Paket A, bantuan diberikan sebesar Rp450.000 per tahun, sementara siswa baru dan siswa kelas akhir menerima Rp225.000.
Selanjutnya, siswa SMP, SMPLB, dan Paket B memperoleh bantuan sebesar Rp750.000 per tahun, sedangkan siswa baru dan siswa kelas akhir menerima Rp375.000.
Adapun siswa SMA, SMK, SMALB, dan Paket C menerima bantuan sebesar Rp1.800.000 per tahun. Khusus bagi siswa baru dan siswa kelas akhir pada jenjang tersebut, bantuan yang diberikan sebesar Rp500.000.
Filep menjelaskan bahwa dana bantuan pendidikan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan sekolah yang menunjang proses belajar mengajar.
“Anak-anak bisa menggunakan dana ini untuk membeli buku, alat tulis, seragam sekolah, tas, sepatu, biaya transportasi ke sekolah, maupun kebutuhan lain yang berkaitan dengan pendidikan. Jika masih ada sisa, bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang mendukung peningkatan kemampuan belajar,” katanya.
Pada tahun 2026, bantuan Program Indonesia Pintar yang diusulkan oleh Filep menjangkau sekitar 16 distrik di Kabupaten Teluk Bintuni. Distrik-distrik tersebut meliputi Distrik Fafuwar, Babo, Sumuri, Aroba, Kaitaro, Kuri, Bintuni, Manimeri, Dataran Beimes, Tembuni, Kamundan, Moskona Selatan, Moskona Barat, Merdey, Mesyeta, dan Moskona Utara.
Menurut Filep, luasnya jangkauan penerima bantuan menunjukkan komitmen untuk memastikan bahwa manfaat program pendidikan dapat dirasakan oleh siswa dari berbagai wilayah, termasuk daerah-daerah yang memiliki keterbatasan akses pendidikan.
Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para pelajar untuk terus belajar dan meraih cita-cita mereka. Pendidikan, menurutnya, merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting dalam mempersiapkan generasi muda Papua Barat menghadapi tantangan masa depan.
Distribusi bantuan PIP tahun 2026 dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Pemberian PIP Tahun 2026 yang mengacu pada data pokok pendidikan (Dapodik) dengan batas akhir pendataan pada 31 Januari 2026.
Sesuai pemberitahuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, proses pencairan dana bantuan dapat mulai dilakukan pada 9 Juni 2026 melalui rekening Simpanan Pelajar (SimPel) yang dimiliki masing-masing siswa penerima.
Dana tersebut dapat dicairkan secara langsung oleh peserta didik, orang tua, maupun wali dengan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh bank penyalur.
Melalui penyaluran ratusan beasiswa Program Indonesia Pintar ini, Filep berharap semakin banyak anak-anak Teluk Bintuni yang mampu menyelesaikan pendidikan mereka tanpa terkendala persoalan biaya. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan akses pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda Papua Barat melalui berbagai program dan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
“Pendidikan adalah kunci masa depan. Karena itu, mari kita manfaatkan bantuan ini dengan baik agar anak-anak kita dapat terus bersekolah dan meraih cita-cita mereka,” pungkasnya. (red/rls)
