MANOKWARI,PinFunPapua.com – Keluarga Yanto Idorway meminta Kepolisian Resor (Polres) Pegunungan Arfak untuk tetap melanjutkan penyelidikan atas peristiwa
Yanto Idorway yang dilaporkan hanyut di aliran Sungai Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, pada Sabtu (18/7/2026).
Permintaan tersebut disampaikan keluarga setelah operasi pencarian dan pertolongan (SAR) resmi dihentikan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari pada hari ketujuh karena korban belum berhasil ditemukan.
Mewakili keluarga, Armado Idorway berharap proses penyelidikan oleh aparat kepolisian tetap berjalan meski operasi pencarian telah berakhir.
“Kami meminta kepada Bapak Kapolres Pegunungan Arfak beserta jajaran agar kasus Yanto Idorway jangan dihentikan. Walaupun operasi pencarian sudah selesai, kami berharap penyelidikannya tetap berjalan,” kata Armado.
Menurut dia, keluarga ingin seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut dapat diungkap secara terang. Apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya dugaan kejanggalan maupun unsur lain yang berkaitan dengan hilangnya korban, pihak keluarga meminta agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kalau memang ada kejanggalan dalam kasus ini, kami berharap dapat ditindaklanjuti dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
Di sisi lain, Armado menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang telah terlibat dalam operasi pencarian selama tujuh hari. Menurutnya, tim gabungan telah bekerja maksimal di tengah kondisi medan yang berat dan arus sungai yang cukup deras.
Ucapan terima kasih itu ditujukan kepada Kantor SAR Manokwari, personel TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, masyarakat Kampung Sisrang, serta seluruh pihak yang turut membantu pencarian sejak hari pertama korban dilaporkan hanyut.
“Kami dari keluarga besar mengucapkan terima kasih kepada Basarnas Manokwari, TNI, Polri, masyarakat setempat, dan semua pihak yang sudah bekerja keras selama tujuh hari mencari keberadaan Yanto Idorway. Kami sangat menghargai seluruh upaya yang telah dilakukan,” tuturnya.
Sebelumnya, operasi pencarian terhadap Yanto Idorway resmi ditutup pada Kamis (24/7/2026) setelah memasuki hari ketujuh. Tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Air Terjun Memti menggunakan berbagai metode pencarian, baik melalui jalur sungai maupun darat. Namun hingga operasi berakhir, korban belum berhasil ditemukan.
Meski operasi SAR telah dihentikan sesuai prosedur, keluarga berharap proses penyelidikan oleh kepolisian tetap dilakukan guna memberikan kepastian atas peristiwa yang menimpa Yanto Idorway. Keluarga juga berharap apabila di kemudian hari ditemukan informasi atau petunjuk baru terkait keberadaan korban maupun penyebab kejadian tersebut, aparat penegak hukum dapat segera menindaklanjutinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
(Jurnalis : Dhy).
