FAKFAK,PinFunPapua.com – Sebanyak 90 anak dari berbagai Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan Taman Qur’an Anak (TQA) ambil bagian dalam Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) I Kabupaten Fakfak Tahun 2026 yang digelar Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TK Al-Qur’an (LPPTKA) BKPRMI Kabupaten Fakfak, Sabtu (3/10/2026).
FASI tahun 2026 ini menjadi pelaksanaan perdana yang digelar oleh DPD BKPRMI Kabupaten Fakfak. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan keagamaan, tetapi juga menjadi wadah untuk menggali potensi, membangun keberanian, serta menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an sejak usia dini.
Ketua Panitia Pelaksana FASI, Saleh Rumatiga, S.Pd.I., mengatakan pelaksanaan FASI perdana ini menjadi momentum penting bagi BKPRMI Fakfak dalam memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka.
“Perlu kami sampaikan bahwa kegiatan FASI ini merupakan kegiatan yang pertama kali dilaksanakan oleh DPD BKPRMI Kabupaten Fakfak tahun 2026. Kegiatan FASI ini dilaksanakan sekali dalam tiga tahun,” ujar Saleh.
Menurutnya, FASI tidak semata-mata bertujuan mencari peserta terbaik untuk melanjutkan kompetisi ke jenjang berikutnya. Lebih dari itu, kegiatan ini diarahkan untuk mengembangkan potensi dan keberanian anak-anak agar mampu tampil di hadapan masyarakat.
“FASI ini dibuat selain untuk mencari siapa yang memiliki kemampuan untuk melanjutkan ke tingkat selanjutnya, juga bertujuan mengembangkan potensi dan keberanian anak untuk tampil di depan umum,” jelasnya.
Jalur kompetisi bagi para peserta yang berhasil menjadi juara juga terbuka hingga tingkat nasional. Peserta terbaik tingkat Kabupaten Fakfak akan dipersiapkan mengikuti ajang FASI tingkat Provinsi Papua Barat. Jika kembali terpilih di tingkat provinsi, peserta akan melanjutkan perjuangan pada tingkat pusat di Jakarta.
Karena itu, Saleh memberikan semangat kepada seluruh peserta agar tidak menjadikan perlombaan semata-mata sebagai persaingan meraih juara.
“Selamat bertanding. Tunjukkan kemampuan dan bakat masing-masing. Selalu optimis dalam setiap mata lomba yang diikuti,” pesannya.
12 Cabang Lomba, 90 Peserta
Dalam pelaksanaan FASI Kabupaten Fakfak 2026, panitia mempertandingkan sejumlah cabang lomba yang mengasah kemampuan keagamaan, seni, kreativitas, dan keberanian anak-anak.
Adapun jumlah peserta pada masing-masing cabang yakni:
Tartil Al-Qur’an: 13 peserta.
Adzan dan Iqamah: 11 peserta.
Ikrar dan Puitisasi: 11 peserta.
Nasyid Islami: 9 regu.
Menggambar: 14 peserta.
Ceramah tingkat TPA: 6 peserta.
Tilawah Al-Qur’an: 3 peserta.
Juz ‘Amma: 5 peserta.
Syahril Qur’an: 2 peserta.
Kisah Islami: 3 peserta.
Kaligrafi: 8 peserta.
Ceramah tingkat TQA: 5 peserta.
“Total peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 90 peserta,” ungkap Saleh.
Ia menjelaskan, secara umum FASI diselenggarakan untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an, mempererat tali silaturahmi, serta mengasah bakat dan kemampuan mereka dalam bidang keagamaan sejak dini.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut tidak hanya diukur dari banyaknya juara yang lahir, tetapi juga dari keberanian anak-anak untuk tampil, belajar, dan menunjukkan potensi yang mereka miliki.
Saleh pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia serta pihak-pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan FASI perdana tersebut dapat terlaksana.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras serta semua pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini. Kami juga memohon maaf apabila dalam penyelenggaraan kegiatan masih terdapat banyak kekurangan,” tuturnya.
FASI perdana ini diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya generasi Fakfak yang tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga berani tampil, berprestasi, serta menjadikan nilai-nilai Qur’ani sebagai bekal dalam kehidupan.
“Anak-anak hari ini adalah generasi masa depan. Ketika keberanian mereka ditempa dengan ilmu dan dibimbing oleh Al-Qur’an, maka yang tumbuh bukan hanya juara di atas panggung, tetapi generasi yang kuat dalam akhlak dan teguh dalam menghadapi masa depan.”
(Jurnalis : Risman Bauw).
