FAKFAK,PinFunPapua.com – Turnamen Futsal Bupati Cup Fakfak 2026 tak sekadar menyajikan pertarungan di lapangan. Tahun ini, ajang olahraga tersebut hadir dengan konsep “More Than Game”, menjadikan futsal sebagai ruang bertemunya olahraga, kreativitas anak muda, UMKM, hiburan, sekaligus pencarian talenta terbaik Fakfak.
Konsep tersebut disampaikan Ketua Panitia Futsal Bupati Cup 2026, Siti Hajar Uswanas, saat pelaksanaan technical meeting bersama para peserta di GOR Krapangit Gewab Fakfak, Sabtu (3/10/2026).
Futsal Bupati Cup 2026 dijadwalkan resmi kick off pada 5 Oktober 2026 dan diikuti 84 tim, terdiri atas 73 tim putra dan 11 tim putri.
Siti Hajar mengatakan, konsep “More Than Game” sengaja dihadirkan agar turnamen tidak berhenti sebagai kompetisi olahraga semata. Selama pertandingan berlangsung, panitia juga akan menghadirkan berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat dan komunitas kreatif.
“Kali ini kita punya konsep agak berbeda. Selain main futsal di dalam gedung, di luar ada UMKM, kemudian ada back tail rap untuk komunitas anak-anak muda, ada hip-hop, festival kopi, bahkan ada lomba foto dan video pendek,” ujar Siti Hajar.
Menurutnya, perpaduan olahraga, ekonomi kreatif dan hiburan diharapkan mampu menciptakan suasana turnamen yang lebih hidup sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Bukan Sekadar Kompetisi, Tapi Berburu Talenta
Di balik kemeriahan Bupati Cup 2026, panitia juga membawa misi pembinaan atlet. Turnamen ini akan menjadi salah satu ruang untuk melihat secara langsung kemampuan para pemain yang berpotensi memperkuat tim futsal Kabupaten Fakfak.
Panitia akan melakukan pemantauan terhadap pemain dari seluruh tim yang bertanding. Siti Hajar berharap setiap tim dapat melahirkan satu atau dua pemain yang memiliki kemampuan untuk dipertimbangkan masuk dalam pembentukan tim futsal Fakfak.
“Kita berharap bahwa dari setiap tim harus ada satu atau dua pemain yang bisa direkrut untuk menjadi tim futsal Fakfak,” katanya.
Langkah tersebut menjadi penting karena perkembangan olahraga tidak cukup hanya dengan menghadirkan kompetisi. Talenta muda membutuhkan pembinaan berkelanjutan, kesempatan bertanding dan fasilitas yang memadai.
Talenta Ada, Fasilitas Harus Mendukung
Siti Hajar juga menyoroti kebutuhan fasilitas olahraga yang layak untuk mendukung perkembangan futsal di Fakfak.
Menurutnya, potensi pemain muda yang dimiliki daerah perlu dibarengi dengan tersedianya tempat latihan dan pertandingan yang representatif. Karena itu, penggunaan GOR Krapgit Gewab dalam turnamen tersebut diharapkan sekaligus menjadi momentum untuk melihat kebutuhan pembenahan fasilitas olahraga di daerah.
“Kita butuh tempat yang layak untuk futsal sehingga lahir anak-anak Fakfak dengan mereka punya talenta futsal,” ujarnya.
Baginya, pembangunan olahraga bukan hanya tentang mengejar kemenangan dalam sebuah turnamen. Lebih jauh, olahraga merupakan bagian dari investasi generasi muda yang membutuhkan ekosistem pembinaan secara konsisten.
Siti Hajar pun mengajak seluruh peserta menjaga sportivitas, profesionalisme dan persaudaraan sepanjang kompetisi berlangsung.
Ia menegaskan, persaingan keras diperbolehkan selama berada di dalam lapangan. Namun, setelah pertandingan berakhir, seluruh peserta tetap merupakan bagian dari keluarga besar Fakfak.
“Kita boleh bersinggungan dalam lapangan, tapi selesai kita adalah keluarga, kita adalah saudara. Bekerja bersama, berubah bersama, untuk Fakfak yang lebih baik ke depan,” pungkasnya.
“Kompetisi boleh melahirkan juara, tetapi persaudaraan, sportivitas dan pembinaan yang berkelanjutanlah yang akan melahirkan generasi olahraga yang hebat.”
(Jurnalis : Risman Bauw).
