Penyerahan Bendera Pusaka Organisasi dari Ketua Domisioner, Aslamia Patiekon Kepada Ketua KAMMI Fakfak yang Baru di Lantik Sarbania Mokan, (Foto : Risman Bauw).
FAKFAK,PinFunPapua.com – Sarbania Mokan resmi dilantik sebagai Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Fakfak masa khidmat 2026–2027. Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan Musyawarah Kerja KAMMI Komisariat Fakfak yang berlangsung pada Minggu (4/10/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Menguatkan Kepemimpinan, Meneguhkan Integritas dan Membangun Gerakan Komisariat yang Kolaboratif dan Berkelanjutan.”
Pelantikan turut dihadiri Ketua Umum KAMMI Daerah Papua Barat Suhastina, S.Ak., Kapolres Fakfak yang diwakili Kabag SDM Polres Fakfak AKP Umar Atmajaya, S.H., serta perwakilan organisasi Cipayung, PMII, HMI, GMKI dan GMNI Fakfak. Hadir pula para alumni, senior, serta seluruh kader KAMMI Komisariat Fakfak.
Dalam sambutannya, Sarbania Mokan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir serta memberikan dukungan terhadap proses pelantikan kepengurusan KAMMI Komisariat Fakfak.
Ia menegaskan bahwa posisi sebagai ketua bukanlah sesuatu yang diraih semata-mata karena keinginan pribadi, melainkan sebuah amanah yang harus dipertanggungjawabkan bersama.
“Berdiri di sini bukan karena keinginan saya, tetapi karena saya diberikan amanah sehingga saya bisa berada di depan. Saya berharap kita semua bisa menjalankan program kerja yang nantinya sama-sama kita gagas dalam forum ini,” ujar Sarbania.
Menurutnya, keberhasilan kepengurusan KAMMI Komisariat Fakfak tidak dapat dibebankan kepada ketua semata. Dibutuhkan dukungan, kerja sama dan komitmen seluruh kader untuk menerjemahkan program kerja menjadi gerakan nyata.
“Saya mohon dukungan dari semua anggota untuk menyukseskan program kerja yang nantinya kita usung,” katanya.
Sarbania juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan organisasi-organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang selama ini menjadi mitra KAMMI di Kabupaten Fakfak.

Ia berharap komunikasi dan hubungan antarlembaga tetap terjalin secara baik sehingga dapat melahirkan kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Harapan saya, mitra organisasi tetap terjaga dengan baik. Kita harus membangun komunikasi dan kolaborasi yang sehat demi kepentingan bersama,” ujarnya.
Selain itu, Sarbania meminta seluruh jajaran pengurus untuk menjaga kekompakan dalam menjalankan roda organisasi. Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam organisasi, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut menghilangkan rasa persaudaraan dan tujuan bersama.
Ia mengajak seluruh pengurus untuk tetap “romantis” dalam menjalankan tugas organisasi, dalam arti menjaga kebersamaan, saling mendukung, dan tidak mudah terpecah oleh perbedaan.
“Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai berbeda tujuan. Organisasi akan kuat ketika pengurusnya saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan,” tegasnya.
Sarbania berharap kepengurusan KAMMI Komisariat Fakfak masa khidmat 2026–2027 dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus wadah pengabdian bagi seluruh kader. Program kerja yang dirumuskan diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen organisasi, tetapi mampu diwujudkan melalui kerja nyata dan kolaborasi yang berkelanjutan.
“Kepemimpinan bukan tentang siapa yang paling depan, tetapi tentang siapa yang bersedia berjalan bersama dan bertanggung jawab ketika jalan itu tidak mudah. Sebab amanah akan menjadi mulia ketika dijalankan dengan integritas, dan gerakan akan menjadi berarti ketika memberi manfaat.”
Dengan semangat tersebut, kepengurusan baru KAMMI Komisariat Fakfak diharapkan mampu menjaga soliditas internal, memperkuat jejaring eksternal, serta menghadirkan gerakan mahasiswa yang kritis, berintegritas dan konstruktif bagi daerah maupun masyarakat Fakfak.
(Jurnalis : Risman Bauw).
