Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani ( FOTO : Aufrida Marisan )
MANOKWARI, PinFunPapua.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama Pemerintah Kabupaten Manokwari, panitia penyelenggara, TNI-Polri, serta berbagai instansi terkait terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional XIV Tahun 2026 yang akan digelar di Manokwari.
Berbagai langkah strategis telah dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan kegiatan berskala nasional tersebut dapat terpenuhi dengan baik, mulai dari koordinasi lintas sektor, penataan kota, hingga pelaksanaan kerja bakti massal di sejumlah titik strategis.
Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani mengatakan bahwa rangkaian kegiatan PESPARAWI Nasional XIV secara resmi telah dimulai sejak pelaksanaan Kick Off yang digelar di Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta pada 2 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah pusat, termasuk Menteri Agama, pemerintah daerah, serta Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) dari seluruh Indonesia yang akan mengikuti ajang nasional tersebut.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Papua Barat menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas kepercayaan yang diberikan kepada Papua Barat sebagai tuan rumah penyelenggaraan PESPARAWI Nasional XIV.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas kepercayaan yang diberikan kepada Papua Barat. Kami siap menyambut seluruh peserta dan tamu yang akan hadir pada PESPARAWI Nasional XIV,” kata Lakotani.
Sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan Kick Off tersebut, pemerintah daerah langsung melakukan berbagai langkah percepatan persiapan. Salah satunya melalui pelaksanaan kerja bakti massal yang melibatkan aparatur pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.
Kegiatan tersebut difokuskan pada pembersihan kawasan Bandara Rendani, jalan utama menuju pusat kota, fasilitas umum, serta sejumlah lokasi yang akan menjadi pusat aktivitas peserta dan tamu selama kegiatan berlangsung.
Menurut Lakotani, kebersihan dan keindahan kota menjadi prioritas utama pada tahap awal persiapan karena akan menjadi kesan pertama yang dilihat para tamu ketika tiba di Manokwari.
“Mulai dari bandara hingga kawasan dalam kota akan kita bersihkan dan rapikan. Kita ingin Manokwari tampil bersih, indah, dan nyaman saat menerima tamu dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah dan panitia juga telah menyiapkan pemasangan baliho, spanduk, umbul-umbul, serta berbagai media publikasi lainnya untuk mempercantik kota sekaligus menyosialisasikan pelaksanaan PESPARAWI Nasional XIV kepada masyarakat.
Persiapan tersebut ditargetkan rampung sebelum 15 Juni 2026 mengingat sebagian peserta dan tamu mulai dijadwalkan tiba di Manokwari beberapa hari sebelum pembukaan kegiatan.
Lakotani mengungkapkan bahwa pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah telah menggelar sejumlah rapat koordinasi guna memastikan seluruh aspek penyelenggaraan berjalan sesuai rencana.
Dalam rapat tersebut, berbagai tugas dan tanggung jawab telah dibagikan kepada masing-masing instansi untuk mendukung kerja panitia penyelenggara.
“Setiap perkembangan terus dievaluasi. Jika masih ada kekurangan, maka segera dibenahi sehingga seluruh persiapan dapat diselesaikan tepat waktu,” katanya.
Selain dukungan pemerintah, Lakotani juga mengapresiasi peran gereja-gereja yang secara aktif menyosialisasikan pelaksanaan PESPARAWI kepada umat melalui berbagai kegiatan peribadatan.
Menurutnya, keterlibatan seluruh komponen masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan event nasional tersebut.
Ia menegaskan bahwa banyak daerah di Indonesia berlomba-lomba untuk menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional. Karena itu, kepercayaan yang diberikan kepada Papua Barat harus disyukuri dan dijawab dengan kerja nyata.
“Hampir semua daerah ingin menjadi tuan rumah kegiatan nasional. Karena itu kita patut bersyukur ketika Papua Barat dipercaya menjadi tuan rumah PESPARAWI Nasional XIV. Sebagai bentuk rasa syukur, mari kita menjadi tuan rumah yang baik,” ujarnya.
Lakotani berharap seluruh masyarakat ikut berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan, mempercantik kawasan tempat tinggal masing-masing, serta menyambut para tamu dengan penuh keramahan.
Dengan kolaborasi pemerintah, panitia, gereja, aparat keamanan, dan masyarakat, Manokwari diharapkan tampil sebagai tuan rumah yang sukses, sekaligus memperkuat citra Papua Barat sebagai daerah yang aman, tertib, dan mampu menyelenggarakan event nasional dengan baik. (red)
