MANOKWARI,PinFunPapua.com – Kontingen Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai berdatangan di Manokwari, Papua Barat, untuk mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026. Rombongan pertama tiba pada Selasa (16/6/2026), menandai dimulainya keikutsertaan daerah berjuluk Bumi Tambun Bungai itu dalam ajang paduan suara gerejawi tingkat nasional yang mempertemukan peserta dari 38 provinsi di Indonesia.
Sekretaris Umum Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Kalimantan Tengah, Walter Punding, mengatakan jumlah peserta resmi yang diberangkatkan sebanyak 254 orang. Namun, apabila digabung dengan rombongan pendukung dan peserta penggembira dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah, total kontingen mencapai 308 orang.
“Kloter pertama yang tiba di Manokwari berjumlah 41 orang. Mereka berasal dari kategori paduan suara anak. Kedatangan seluruh kontingen dilakukan secara bertahap sesuai jadwal penerbangan dan tiket yang kami peroleh,” kata Walter kepada wartawan di Manokwari, Selasa.
Menurut dia, rombongan berikutnya dijadwalkan tiba pada 17 Juni, kemudian disusul pada 20 dan 21 Juni 2026. Sistem keberangkatan secara bergelombang dilakukan untuk menyesuaikan kapasitas penerbangan menuju Manokwari yang cukup terbatas.
Walter menjelaskan, keikutsertaan Kalimantan Tengah pada Pesparawi Nasional XIV tidak sekadar menjadi peserta, tetapi juga membawa misi mempertahankan prestasi yang diraih pada penyelenggaraan Pesparawi Nasional sebelumnya di Yogyakarta. Pada ajang tersebut, Kalimantan Tengah sukses meraih tujuh medali emas dan lima medali perak dari berbagai kategori yang diperlombakan.
“Prestasi di Yogyakarta menjadi motivasi bagi kami. Kami berharap capaian itu dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan pada Pesparawi Nasional di Manokwari ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, raihan medali pada Pesparawi sebelumnya diperoleh dari berbagai kategori lomba, di antaranya paduan suara dewasa campuran, paduan suara anak, paduan suara remaja dan pemuda, paduan suara wanita, vokal grup, serta kategori solo.
Dengan modal prestasi tersebut, Kalimantan Tengah memasang target tinggi pada Pesparawi Nasional XIV. Mereka menargetkan dapat meraih tiga gelar champions dalam beberapa kategori yang diikuti.
“Target kami adalah meraih tiga champions. Namun kami juga menyadari seluruh kontingen dari berbagai provinsi datang dengan persiapan terbaik dan memiliki keinginan yang sama untuk menjadi juara umum,” kata Walter.
Selain fokus pada kompetisi, Kalimantan Tengah juga menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah Pesparawi Nasional XV yang direncanakan berlangsung pada tahun 2027. Menurut Walter, kesiapan tersebut merupakan bentuk komitmen Kalimantan Tengah dalam mendukung pembinaan seni paduan suara gerejawi sekaligus mempererat persaudaraan antarumat Kristen di Indonesia.
“Kalimantan Tengah siap menjadi tuan rumah Pesparawi Nasional XV tahun 2027. Kami siap menyambut seluruh peserta dari berbagai daerah apabila diberikan kepercayaan untuk menjadi penyelenggara,” tegasnya.
Pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV di Manokwari menjadi momentum penting bagi Papua Barat sebagai tuan rumah. Ribuan peserta, official, dan pendamping dari seluruh Indonesia dijadwalkan hadir untuk mengikuti berbagai cabang lomba dan kegiatan pendukung yang berlangsung selama sepekan.
Kedatangan kontingen dari berbagai daerah pun mulai mewarnai suasana Kota Manokwari. Pemerintah daerah bersama panitia terus melakukan berbagai persiapan guna memastikan seluruh peserta mendapatkan pelayanan yang baik selama mengikuti perhelatan nasional tersebut.
Bagi Kalimantan Tengah, Pesparawi bukan hanya ajang untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi sarana pelayanan, pembinaan iman, dan memperkuat persaudaraan dalam semangat puji-pujian kepada Tuhan melalui seni musik gerejawi.
“Pesparawi bukan semata-mata soal kompetisi, tetapi bagaimana kita bersama-sama memuliakan Tuhan dan membangun persaudaraan antarumat Kristen di Indonesia,” kata Walter.
(Penulis:Dhy)
