MANOKWARI,PinFunpapua.com – Memasuki hari ketiga pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat, sebanyak 33 kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia bersaing pada kategori Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC). Perlombaan berlangsung di Aula Universitas Papua (Unipa), Jumat (26/6/2026).
Kategori Paduan Suara Dewasa Campuran menjadi salah satu cabang yang paling bergengsi dalam Pesparawi Nasional. Selain melibatkan jumlah penyanyi yang lebih banyak, peserta juga dituntut mampu menampilkan harmonisasi suara yang kuat, keseimbangan antarbagian suara, serta penghayatan lagu yang utuh.
Panitia memulai perlombaan tepat pukul 09.00 WIT sebagai bentuk komitmen terhadap kedisiplinan pelaksanaan agenda nasional tersebut. Kontingen Provinsi Kalimantan Barat mendapat kesempatan menjadi penampil pertama.
Tampil sebagai pembuka, Kalimantan Barat menyuguhkan penampilan yang mendapat sambutan hangat dari penonton. Harmonisasi suara sopran, alto, tenor, dan bas dibawakan dengan penuh penghayatan sehingga mampu menghadirkan suasana kompetisi sejak awal perlombaan.
Penampilan kontingen pertama sekaligus menjadi pembuka persaingan bagi 32 kontingen lainnya yang dijadwalkan tampil secara bergantian sepanjang hari.
Ketua panitia pelaksana memastikan seluruh rangkaian perlombaan berlangsung sesuai jadwal dengan tetap mengedepankan ketertiban peserta, official, maupun penonton yang memadati Aula Unipa.
Dalam kategori ini, panitia menunjuk lima dewan juri nasional yang memiliki pengalaman panjang di bidang musik gerejawi dan paduan suara. Mereka adalah Ken Steven, Wilhelm Pantouw, Pdt. Karel M. Siahaya, Agastya Listya, dan Wahono Hadi.
Kelima juri memberikan penilaian berdasarkan sejumlah aspek teknis dan artistik, mulai dari ketepatan intonasi, kualitas vokal, keseimbangan harmonisasi, kesesuaian dengan partitur, teknik interpretasi lagu, hingga ekspresi dan penjiwaan para penyanyi saat berada di atas panggung.
Objektivitas penilaian menjadi perhatian utama mengingat kategori Paduan Suara Dewasa Campuran merupakan salah satu nomor yang paling dinantikan dalam Pesparawi Nasional XIV.
Sejak pagi, suasana di Aula Unipa dipenuhi official, pendukung, dan masyarakat yang datang memberikan semangat kepada kontingen masing-masing. Para penonton tampak mengikuti jalannya perlombaan dengan tertib, sementara setiap penampilan disambut tepuk tangan meriah setelah peserta menyelesaikan lagu yang dibawakan.
Antusiasme masyarakat menunjukkan tingginya perhatian terhadap pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV yang untuk pertama kalinya digelar di Papua Barat. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat persaudaraan antarumat Kristiani dari berbagai daerah di Indonesia melalui pujian dan musik gerejawi.
Hingga berita ini ditulis, perlombaan kategori Paduan Suara Dewasa Campuran masih berlangsung. Dengan jumlah peserta mencapai 33 kontingen, kompetisi diperkirakan berlangsung hingga sore hari sebelum dewan juri menyelesaikan proses rekapitulasi nilai untuk menentukan peringkat terbaik pada kategori tersebut.
(Jurnalis : Dhy)
