MANOKWARI,PinFunpapua.com – Ketua Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Papua Barat, Fajrin, mengajak seluruh masyarakat menjaga semangat persatuan dan toleransi antarumat beragama menyusul bergulirnya dua agenda keagamaan berskala besar yang digelar beruntun di Papua Barat sepanjang Juni 2026.
Setelah penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari, estafet syiar keagamaan akan berlanjut ke Kabupaten Kaimana yang menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XI Tingkat Provinsi Papua Barat.
Menurut Fajrin, Juni 2026 menjadi momentum penting bagi Papua Barat dalam menunjukkan kehidupan beragama yang harmonis melalui penyelenggaraan dua kegiatan besar dari agama yang berbeda.
“Juni 2026 menjadi bulan syiar iman. Pesparawi Nasional XIV yang dibuka langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia berlangsung pada 20 hingga 28 Juni 2026. Selama sembilan hari, Indonesia disuguhkan penampilan paduan suara gerejawi terbaik dari 38 provinsi,” kata Fajrin dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).
Ia mengatakan, setelah Pesparawi berakhir, estafet syiar keagamaan akan berlanjut ke Kabupaten Kaimana yang dipercaya menjadi tuan rumah MTQ XI Tingkat Provinsi Papua Barat.
“Estafet syiar berlanjut ke Papua Barat. Berselang dua hari setelah Pesparawi ditutup, Kabupaten Kaimana siap menjadi tuan rumah hajatan akbar umat Islam,” ujarnya.
MTQ XI Tingkat Provinsi Papua Barat dijadwalkan dibuka pada 30 Juni 2026 di Kabupaten Kaimana. Pembukaan direncanakan dihadiri Gubernur Papua Barat bersama para bupati se-Papua Barat.
Ajang tersebut akan mempertemukan para
qori,qoriah, hafiz, hafizah, serta peserta dari seluruh kabupaten di Papua Barat untuk berlomba dalam berbagai cabang Musabaqah Tilawatil Quran sebagai bagian dari pembinaan generasi Qurani sekaligus memilih peserta terbaik menuju tingkat nasional.
Fajrin menilai rangkaian kegiatan keagamaan itu menjadi bukti bahwa Papua Barat mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh umat beragama.
Ia mengajak seluruh masyarakat mendukung suksesnya penyelenggaraan MTQ sebagaimana dukungan yang telah diberikan kepada Pesparawi Nasional XIV.
“Ini merupakan ajakan kebersamaan bagi kita semua. Sebagaimana visi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat, ‘Membangun dengan Hati, Mempersatukan dengan Kasih’, mari kita menjaga Papua Barat sebagai rumah bersama,” katanya.
Menurut dia, filosofi Rumah Kaki Seribu masyarakat Arfak menjadi simbol kuat kehidupan masyarakat Papua Barat yang hidup dalam keberagaman.
“Rumah Kaki Seribu ditopang oleh ratusan tiang kecil yang saling menguatkan. Begitu pula Papua Barat. Di bawah satu atap, perbedaan suku, adat, budaya, dan agama menjadi tiang penyangga yang memperkokoh persatuan. Dengan toleransi dan kasih, kita membangun Papua Barat yang rukun, damai, dan sejahtera,” ujarnya.
Fajrin juga menyampaikan pesan kepada seluruh peserta MTQ agar menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas dan akhlak.
Ia berharap panitia pelaksana maupun dewan hakim dapat menjalankan tugas secara profesional sehingga hasil perlombaan benar-benar melahirkan peserta terbaik yang akan mewakili Papua Barat pada MTQ Nasional di Semarang pada September 2026.
“Kepada peserta dari seluruh kabupaten di Papua Barat, selamat bertanding dan tampilkan kemampuan terbaik. Kepada panitia dan dewan hakim, mari menjaga integritas. Penilaian harus dilakukan secara profesional, objektif, dan adil sehingga lahir qari dan qariah terbaik yang akan membawa nama Papua Barat di tingkat nasional,” kata Fajrin.
Ia menegaskan, suksesnya penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV dan MTQ XI Papua Barat diharapkan menjadi pesan kuat bahwa kehidupan toleransi antarumat beragama di Papua Barat terus terjaga.
“Dari Jakarta untuk Indonesia, dari Kaimana untuk Papua Barat. Mari bersama-sama membumikan nilai-nilai iman, memperkuat persaudaraan, dan menjaga Papua Barat sebagai rumah yang damai bagi semua,” tutup Fajrin.
(Jurnalis: Dhy).
