MANOKWARI,PinFunpapua.com – Penampilan kontingen Kabupaten Kaimana pada kategori Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC) dalam ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari tidak diraih secara instan. Di balik penampilan mereka di panggung nasional, tersimpan proses latihan yang telah dijalani selama lebih dari satu tahun.
Salah seorang peserta PSDC Kabupaten Kaimana, Dodi Aninam, mengatakan seluruh anggota paduan suara mempersiapkan diri melalui latihan yang panjang dengan tujuan utama mempersembahkan pujian bagi kemuliaan Tuhan.
“Kesiapan kami tentunya untuk memberikan pujian bagi kemuliaan Tuhan. Kami percaya pujian yang kami nyanyikan dapat menyenangkan hati Tuhan, dan setiap orang yang mendengarnya juga merasakan berkat,” kata Dodi di Manokwari, Jumat (26/6/2026).
Menurut Dodi, semangat yang dibangun sejak awal bukan semata-mata untuk mengejar prestasi dalam perlombaan, melainkan menghadirkan pelayanan melalui nyanyian rohani yang mampu menyentuh hati setiap pendengar.
Ia meyakini seluruh kontingen yang mengikuti Pesparawi Nasional XIV datang dengan semangat yang sama, yakni mempersembahkan kemampuan terbaik sebagai bentuk pelayanan kepada Tuhan.
“Saya yakin semua peserta memberikan persembahan terbaik. Kiranya persembahan itu menjadi berkat bagi banyak orang, menyenangkan hati Tuhan, sekaligus memuliakan nama-Nya,” ujarnya.
Di balik proses persiapan, Dodi mengakui berbagai tantangan turut dihadapi kontingen dari daerah. Menurut dia, setiap kabupaten memiliki persoalan dan dinamika masing-masing dalam mempersiapkan peserta menuju ajang nasional.
Ia menuturkan, perbedaan pandangan maupun keterbatasan dukungan menjadi tantangan yang harus dihadapi selama proses latihan. Namun, hal tersebut justru menjadi bagian dari pembelajaran untuk membangun kebersamaan.
“Tantangan tentu ada. Kadang-kadang belum semua pihak bisa memberikan dukungan yang sama. Ada juga perbedaan pendapat. Namun kami percaya semua itu bisa menjadi instrumen untuk mempersatukan setiap elemen sehingga bersama-sama memberikan pujian terbaik bagi kemuliaan Tuhan,” katanya.
Menurut Dodi, kebersamaan menjadi modal utama yang menguatkan seluruh anggota tim selama menjalani proses latihan hingga tampil di panggung Pesparawi Nasional XIV.
Ia berharap penampilan kontingen Kaimana tidak hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Papua Barat, tetapi juga menjadi kesaksian bahwa kerja keras, persatuan, dan ketulusan dalam melayani mampu menghasilkan persembahan terbaik.
“Bagi kami, yang paling penting adalah memberikan yang terbaik. Apa pun hasil perlombaan nanti, kami percaya semua yang dilakukan adalah untuk kemuliaan Tuhan,” ujarnya.
(Jurnalis : Dhy).
