Yayasan Pengembangan Pelatihan Untuk Perubahan Sosial Di Tanah PApua (YP3SP ), bersama Fasilitator YP3SP dan Mitra YP3SP melakukan Zoom Bersama Ewa Jasiewicz aktivis HAM Berkewarganegaraan Polandia ( FOTO : Dok YP3SP )
Penulis: Aufrida Marisan
PAPUA – Yayasan Pengembangan Pelatihan untuk Perubahan Sosial di Tanah Papua (YP3SP) menggelar kegiatan refleksi bersama para fasilitator akar rumput dan sejumlah organisasi masyarakat sipil, yaitu Perkumpulan Petrus Vertenten MSC Papua (Vertenten) dari Papua Selatan dan Perkumpulan Bentang Nusantara Papua (Bentara) dari Papua Barat. Kegiatan tersebut juga menghadirkan Ewa Jasiewicz, seorang aktivis hak asasi manusia berkewarganegaraan Polandia yang selama bertahun-tahun aktif dalam gerakan solidaritas internasional untuk Palestina.
Refleksi bersama ini menjadi ruang berbagi pengalaman, pembelajaran, dan solidaritas antara masyarakat Papua dan Palestina. Dalam diskusi yang berlangsung, para peserta melihat adanya banyak kesamaan pengalaman, tantangan, serta semangat perjuangan yang dimiliki kedua bangsa dalam mempertahankan identitas, tanah leluhur, dan hak-hak dasar mereka sebagai manusia.
Dalam kesempatan tersebut, Ewa Jasiewicz menyampaikan pesan yang kuat tentang pentingnya menjaga harapan di tengah berbagai tantangan dan ketidakadilan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, keputusasaan dapat dipahami sebagai respons manusiawi terhadap situasi yang sulit, namun kehilangan harapan bukanlah pilihan yang dapat membawa perubahan.
“Jangan pernah menyerah. Kehilangan harapan adalah sebuah kemewahan. Keputusasaan dapat dimengerti, tetapi jika kita terus tenggelam di dalamnya, maka segala kemungkinan akan layu dan hilang,” ujar Ewa.
Ia kemudian menceritakan pengalaman gerakan Armada Flotila Gaza sebagai bukti bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara kolektif. Pada tahun 2008, gerakan tersebut hanya dimulai dengan dua kapal nelayan yang berlayar dari Siprus menuju Gaza sebagai bentuk perlawanan terhadap blokade yang diberlakukan Israel. Namun, seiring berjalannya waktu, gerakan solidaritas itu terus berkembang hingga pada tahun 2026 sedikitnya 70 kapal berlayar menuju Gaza untuk menyuarakan dukungan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
Menurut Ewa, kemampuan untuk terhubung dengan sesama manusia melalui solidaritas kolektif merupakan kekuatan besar yang dapat menembus berbagai bentuk blokade dan penindasan.
“Kita semua adalah saudara. Melalui solidaritas kolektif, kita dapat menantang logika penindasan dan membuka jalan menuju kebebasan. Kita dapat melakukan itu di mana pun kita berada, baik di darat maupun di laut,” katanya.
Papua dan Palestina: Memiliki Banyak Kesamaan
Hasil refleksi bersama menunjukkan bahwa terdapat berbagai kesamaan pengalaman dan nilai perjuangan antara masyarakat Papua dan Palestina. Salah satu kesamaan yang paling mendasar adalah kecintaan yang mendalam terhadap tanah leluhur dan identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Secara spiritual, masyarakat Papua dan Palestina sama-sama memiliki hubungan yang kuat dengan tanah mereka. Tanah tidak hanya dipandang sebagai sumber kehidupan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas, sejarah, dan masa depan suatu bangsa. Selain itu, terdapat kesamaan pengalaman terkait dampak konflik yang berkepanjangan. Baik Papua maupun Palestina dinilai menghadapi situasi yang memengaruhi kehidupan sosial, politik, pendidikan, dan kesehatan masyarakat. Dalam berbagai bentuk dan skala, keduanya juga mengalami pengasingan, kekerasan yang bersifat militeristik, serta tantangan dalam mempertahankan ruang hidup mereka.
Pendidikan Rakyat dan Perjuangan Berbasis Harapan
Para peserta menekankan bahwa perjuangan harus dilakukan secara terorganisasi dan strategis. Aksi-aksi yang dilakukan hendaknya mampu membangun kesadaran publik tanpa menciptakan anarki. Logika aksi yang baik akan menghasilkan lebih banyak pengetahuan dan dukungan publik dibandingkan tindakan yang dilakukan secara spontan tanpa arah yang jelas.
Dalam konteks tersebut, berbagai gerakan sosial di dunia, termasuk gerakan pendudukan ruang publik (Occupy Movement), menjadi sumber inspirasi mengenai bagaimana masyarakat dapat membangun gerakan yang berakar pada partisipasi rakyat.
Harapan menjadi fondasi utama dalam perjuangan. Misi yang berpusat pada harapan diyakini mampu mendorong penghargaan yang lebih besar terhadap budaya, alam, dan kehidupan manusia. Kesadaran akan anugerah alam serta kekuatan ekologi yang dimiliki masyarakat menjadi modal penting untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Solidaritas untuk Palestina
Refleksi tersebut juga menekankan pentingnya membangun solidaritas dan jaringan kerja yang kuat. Perjuangan tidak dapat dibebankan kepada satu individu atau satu organisasi saja, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama.
Sebagai bentuk solidaritas, setelah kegiatan refleksi berakhir, YP3SP bersama fasilitator akar rumput, Fortenten, dan Bentara menyampaikan dukungan kepada rakyat Palestina melalui sebuah pesan video.
Dalam pesan tersebut, mereka menyampaikan bahwa perjuangan masyarakat Papua dan Palestina sama-sama berangkat dari identitas yang kuat serta kecintaan terhadap tanah leluhur. Mereka menegaskan bahwa kedua bangsa memiliki semangat yang sama dalam memperjuangkan hak hidup, kebebasan, dan masa depan yang adil.
Pesan solidaritas itu juga menegaskan bahwa masyarakat Papua dan Palestina sama-sama memiliki hak untuk menentukan arah masa depan mereka sendiri. Keduanya terus memperjuangkan hak-hak dasar yang melekat pada setiap manusia.
Melalui refleksi bersama ini, para peserta berharap solidaritas antara masyarakat Papua dan Palestina dapat terus tumbuh dan berkembang. Solidaritas tersebut tidak hanya menjadi bentuk dukungan moral, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bersama mengenai harapan, ketahanan, pendidikan rakyat, dan perjuangan menuju kehidupan yang lebih adil.
Di akhir refleksi, satu pesan yang terus bergema adalah pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan, yaitu damai, cinta, persatuan, dan rasa hormat (Peace, Love, Unity, Respect). Nilai-nilai tersebut diyakini menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Papua, Palestina, dan seluruh umat manusia.
