MANOKWARI,PinFunPapua.com – Panitia Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai dugaan belum dibayarkannya honor bagi puluhan anak-anak sanggar musik dan tari yang tampil pada acara pembukaan Pesparawi Nasional XIV di Manokwari.
Ketua Harian Pesparawi Nasional XIV, Jacob Fonataba, menegaskan bahwa panitia telah memenuhi kewajibannya sesuai dengan perencanaan awal, yakni memberikan biaya transportasi kepada seluruh peserta yang terlibat dalam pertunjukan pembukaan di Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi pada 20 Juni 2026.
Menurut Jacob, sekitar 50 peserta yang tampil merupakan bagian dari kelompok musisi orkestra yang dikoordinasikan oleh Welem Yumaki. Karena berada dalam satu koordinasi, seluruh kebutuhan peserta telah difasilitasi panitia berdasarkan skema yang telah disusun sejak awal.
“Adik-adik ini berjumlah sekitar 50 orang dan berada di bawah satu kendali grup orkestra yang dikoordinasikan oleh Welem Yumaki. Dari sisi perencanaan, panitia memang memfasilitasi mereka untuk mengisi acara pembukaan,” ujar Jacob saat memberikan klarifikasi di Manokwari.
Ia menjelaskan, bentuk dukungan yang diberikan panitia bukan berupa honorarium, melainkan biaya transportasi selama proses latihan hingga pelaksanaan acara pembukaan. Pembayaran tersebut, kata dia, telah diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Ada pemberitaan yang menyebutkan panitia belum menyelesaikan hak-hak mereka. Setelah kami klarifikasi, yang menjadi hak berupa biaya transportasi sebenarnya sudah kami lunasi,” katanya.
Yacop mengungkapkan, para peserta menjalani latihan dalam dua tahap dengan total 24 kali pertemuan. Tahap pertama berlangsung sebanyak 12 kali latihan sejak 27 Januari hingga 16 Maret 2026, sementara tahap kedua dilaksanakan sebanyak 12 kali menjelang pembukaan Pesparawi Nasional XIV.
Berdasarkan Standar Biaya Umum (SBU) yang menjadi acuan panitia, setiap peserta menerima biaya transportasi sebesar Rp100.000 untuk setiap kali latihan. Seluruh pembayaran tersebut, menurut Yacop, telah disalurkan kepada para peserta sesuai mekanisme administrasi yang berlaku.
Meski demikian, dalam pertemuan antara panitia dan para peserta, muncul aspirasi baru yang sebelumnya tidak tercantum dalam perencanaan. Selain biaya transportasi, para peserta berharap panitia dapat memberikan bentuk penghargaan lain sebagai apresiasi atas keterlibatan mereka dalam menyukseskan pembukaan Pesparawi Nasional XIV.
“Pada pertemuan hari ini mereka menyampaikan saran. Selain transportasi, mereka berharap masih ada kebijakan lain yang bisa diberikan panitia,” ujarnya.
Dalam forum yang sama, panitia juga baru mengetahui bahwa para peserta bukan hanya berasal dari satu kelompok orkestra, melainkan merupakan gabungan dari enam sanggar seni yang berbeda di Manokwari.
Menurut Jacop, para perwakilan sanggar menginginkan kontribusi kelompok seni mereka mendapat pengakuan secara resmi dari panitia karena telah berperan dalam mempersiapkan dan menyukseskan penampilan pembukaan ajang paduan suara gerejawi tingkat nasional tersebut.
“Ada penjelasan bahwa mereka berasal dari enam kelompok sanggar seni. Mereka ingin ada pengakuan terhadap sanggar yang mereka miliki. Hal ini baru disampaikan kepada kami dalam pertemuan hari ini,” katanya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Jacop menegaskan panitia tidak dapat langsung mengabulkan seluruh permintaan. Menurut dia, setiap usulan harus dikaji secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran, ketentuan administrasi, serta aturan yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan.
“Kami perlu mencermati kondisi panitia. Jangan sampai kami mengiyakan sesuatu yang berada di luar kemampuan panitia. Karena itu, usulan tersebut harus dikaji terlebih dahulu,” ujarnya.
Saat ini, panitia masih melakukan verifikasi terhadap seluruh dokumen administrasi, termasuk bukti pembayaran biaya transportasi kepada para peserta. Langkah tersebut dilakukan agar proses klarifikasi berlangsung secara transparan sekaligus menjadi dasar dalam menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan para perwakilan sanggar.
“Terkait persoalan ini kami belum bisa memberikan tanggapan lebih jauh. Kami akan melakukan klarifikasi terlebih dahulu. Bukti-bukti yang kami miliki akan menjadi dasar untuk mempertimbangkan usulan yang mereka sampaikan,” kata Jacop.
Klarifikasi ini disampaikan panitia sebagai respons atas pemberitaan yang berkembang mengenai hak peserta sanggar seni pada pembukaan Pesparawi Nasional XIV.
Panitia berharap penjelasan tersebut dapat meluruskan informasi yang beredar sekaligus membuka ruang komunikasi dengan para peserta untuk mencari solusi terbaik sesuai ketentuan yang berlaku.
(Jurnalis : Dhy).
