Simon Fernando Hegemur Resmi Pimpin GMKI Fakfak, Siap Wujudkan Organisasi yang Solid dan Berdampak, (Foto: Risman Bauw).
FAKFAK,PinFunPapua.com – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Fakfak resmi memiliki nahkoda baru. Melalui Konferensi Cabang (Konfercab) VIII yang berlangsung di Hotel Fakfak, Sabtu (4/7/2026), Simon Fernando Hegemur dipercaya dan terpilih sebagai Ketua Umum GMKI Cabang Fakfak Masa Bakti 2026–2028.
Konferensi yang mengusung tema “Berubahlah! Temukanlah Kasih Allah Dalam Peziarahan” (bdk. Lukas 24:31–33 dan Roma 12:2) serta subtema “Berjumpalah Dalam Kasih Persahabatan dan Bertransformasi Bersama Seluruh Ciptaan” menjadi momentum penting bagi kader GMKI untuk memperkuat komitmen pelayanan, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Koordinator Wilayah XII GMKI Se-Tanah Papua, Aca Chelatania, para senior GMKI, serta kader dan anggota GMKI Cabang Fakfak.
Usai terpilih, Simon Fernando Hegemur menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh kader yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin GMKI Fakfak selama dua tahun ke depan.
Menurutnya, amanah yang diterima bukanlah kemenangan pribadi maupun kelompok tertentu, melainkan kemenangan seluruh keluarga besar GMKI Fakfak.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader GMKI Fakfak yang telah memberikan kepercayaan ini kepada saya. Amanah ini bukan kemenangan satu orang atau satu kelompok, tetapi kemenangan kita semua sebagai keluarga besar GMKI. Perbedaan pilihan dalam proses organisasi adalah hal yang biasa, tetapi setelah proses itu selesai, yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita kembali duduk bersama, saling merangkul, dan bekerja untuk tujuan yang sama,” ungkap Simon.

Ia menegaskan, kepengurusan baru akan diarahkan untuk membangun GMKI Fakfak yang semakin solid, inklusif, dan terbuka terhadap berbagai gagasan. Selain itu, GMKI juga diharapkan mampu hadir secara nyata dalam menjawab berbagai persoalan sosial, pendidikan, kemasyarakatan, maupun pembangunan di Kabupaten Fakfak.
“Ke depan, saya ingin GMKI Fakfak menjadi organisasi yang semakin solid, terbuka terhadap gagasan, dan berani hadir di tengah berbagai persoalan masyarakat. Kita tidak boleh hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata bagi gereja, dunia kampus, dan masyarakat Kabupaten Fakfak,” katanya.
Simon juga mengajak seluruh kader untuk mengesampingkan perbedaan yang muncul selama proses konferensi dan kembali mempererat persaudaraan demi kemajuan organisasi.
“Saya percaya setiap kader memiliki potensi untuk menjadi pemimpin dan membawa perubahan. Karena itu, mari kita membangun budaya saling mendukung, saling menguatkan, dan terus menjaga semangat Tinggi Iman, Tinggi Ilmu, dan Tinggi Pengabdian dalam setiap langkah kita. Saya tidak bisa berjalan sendiri. Kepengurusan ini hanya akan berhasil jika kita semua mau bergandengan tangan, membuka ruang dialog, dan bersama-sama mengabdikan diri demi kemajuan GMKI Fakfak serta kemajuan daerah yang kita cintai,” tegasnya.
Terpilihnya Simon Fernando Hegemur diharapkan menjadi awal lahirnya semangat baru dalam tubuh GMKI Cabang Fakfak. Dengan kepemimpinan yang mengedepankan persatuan, dialog, dan kolaborasi, organisasi ini diharapkan semakin berperan sebagai mitra strategis dalam mencetak generasi muda Kristen yang berintegritas serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Mengusung semboyan “Ut Omnes Unum Sint” (Supaya Mereka Semua Menjadi Satu), GMKI terus meneguhkan komitmennya untuk membangun persaudaraan, memperkuat nilai-nilai iman, serta menghadirkan pengabdian yang bermanfaat bagi gereja, bangsa, dan masyarakat.
“Kepemimpinan bukan tentang menjadi yang paling dihormati, melainkan tentang kesediaan melayani, merangkul setiap perbedaan, dan menggerakkan banyak orang untuk menciptakan perubahan yang membawa harapan. Sebab organisasi yang besar lahir dari persatuan, bukan dari perpecahan.”
(Jurnalis : Risman Bauw).
