Kegiatan loka karya ke 2 di Kampung wansra Distrik Orkeri DI ikuti Komunitas Akar Rumput Wansra
NUMFOR, PinFunPapua.com – Yayasan Pengembangan Pelatihan untuk Perubahan Sosial di Tanah Papua (YP3SP) kembali menggelar Lokakarya II bagi komunitas akar rumput di Kampung Wansra, Distrik Orkeri. Lokakarya ini merupakan proses belajar dan bekerja bersama. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari lokakarya pertama yang telah dilaksanakan pada akhir tahun 2024 sebagai bagian dari proses pendampingan komunitas dalam merancang dan mewujudkan perubahan di kampung mereka.
Fasilitator akar rumput, Elisabet Karma, menjelaskan bahwa lokakarya pertama menghadirkan langsung fasilitator YP3SP, Ester Linda Marleen. Dalam kegiatan tersebut, komunitas akar rumput bersama-sama mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi di kampung sekaligus menyusun rencana aksi berdasarkan kebutuhan dan harapan warga.
“Lokakarya kedua ini merupakan kelanjutan dari lokakarya pertama yang dilaksanakan pada akhir tahun 2024. Pada pertemuan sebelumnya, komunitas telah menyusun rencana aksi untuk mewujudkan perubahan di Kampung Wansra,” ujar Elisabet.
Menurutnya, salah satu rencana aksi yang menjadi prioritas Komunitas adalah menghidupkan kembali kebun-kebun warga melalui kegiatan penanaman. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan keluarga, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperkuat semangat gotong royong di tengah komunitas.
Elisabet mengatakan bahwa pelaksanaan Lokakarya II difokuskan untuk merefleksikan kembali rencana aksi yang telah disusun pada lokakarya pertama. Melalui proses refleksi tersebut, komunitas akar rumput akan mengevaluasi perkembangan rencana aksi, mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi, serta menyusun langkah-langkah lanjutan agar tujuan yang telah direncanakan dapat diwujudkan secara bertahap.
Ia juga mengungkapkan bahwa antusiasme komunitas akar rumput Kampung Wansra terhadap program pendampingan YP3SP sangat tinggi. Pada pelaksanaan lokakarya pertama, kegiatan tersebut diikuti oleh lebih dari 20 peserta dari kalangan komunitas akar rumput yang secara aktif terlibat dalam setiap sesi diskusi dan penyusunan rencana aksi. (Red)
