FAKFAK,PinFunPapua.com – Ada perpisahan yang hanya menjadi bagian dari seremoni, namun ada pula perpisahan yang meninggalkan jejak mendalam dalam perjalanan sebuah daerah. Momen itu terasa saat AKBP Dr. Hendriyana resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolres Fakfak setelah lebih dari empat tahun mengemban amanah menjaga keamanan dan ketertiban di Tanah Mbaham Matta, Sabtu (18/7/2026).
Empat tahun kepemimpinan bukan sekadar hitungan waktu. Di balik rentang pengabdian itu tersimpan ribuan langkah, keputusan strategis, serta kerja tanpa mengenal lelah dalam menghadapi berbagai dinamika keamanan di Kabupaten Fakfak.
Sebagai Kapolres, AKBP Dr. Hendriyana tidak hanya memikul tanggung jawab menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Ia juga hadir di tengah masyarakat dalam berbagai momentum, mulai dari penyelesaian persoalan sosial, pengamanan agenda nasional dan daerah, penanganan bencana, hingga membangun komunikasi yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat.
Mengemban tugas di Fakfak memiliki tantangan tersendiri. Daerah yang dikenal dengan falsafah “Satu Tungku Tiga Batu” ini menjunjung tinggi nilai persaudaraan, toleransi, dan keberagaman. Karena itu, menjaga keamanan tidak cukup hanya dengan kewenangan hukum, tetapi juga membutuhkan pendekatan humanis, dialog, serta penghormatan terhadap nilai-nilai adat dan budaya yang telah mengakar kuat.
Selama memimpin Polres Fakfak, berbagai tantangan datang silih berganti. Namun, dengan dukungan seluruh personel, Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, para raja petuanan, dan masyarakat, situasi keamanan di Kabupaten Fakfak tetap terjaga dalam suasana yang kondusif.
Kini, perjalanan pengabdian tersebut memasuki babak baru. Tongkat estafet kepemimpinan resmi diserahkan kepada AKBP Naim Ishak yang akan melanjutkan tugas sebagai Kapolres Fakfak.
Prosesi perpisahan berlangsung penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan. Hadirnya jajaran Pemerintah Kabupaten Fakfak, Forkopimda, Bhayangkari, tokoh adat, tokoh agama, para raja petuanan, hingga berbagai elemen masyarakat menjadi bukti eratnya hubungan yang selama ini terjalin antara Polres Fakfak dan masyarakat.
Dalam sambutannya, AKBP Dr. Hendriyana menyampaikan kalimat yang sarat makna.
“Fakfak akan selalu menjadi bagian dari perjalanan hidup dan pengabdian saya.”
Ungkapan sederhana tersebut mencerminkan ikatan emosional yang terbangun selama menjalankan tugas di Kabupaten Fakfak. Sebab, bagi seorang Bhayangkara, perpindahan tugas merupakan bagian dari pengabdian kepada negara, namun kenangan dan hubungan yang telah terjalin akan tetap melekat dalam hati.
Di sisi lain, amanah baru kini berada di pundak AKBP Naim Ishak. Tantangan ke depan tentu tidak ringan, tetapi harapan masyarakat tetap sama, yakni menghadirkan rasa aman, memperkuat persatuan, serta menjaga harmoni yang menjadi identitas Fakfak sebagai daerah yang hidup dalam semangat kebersamaan.
Pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan keberlanjutan komitmen institusi Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.
“Jabatan memiliki batas waktu, tetapi pengabdian yang dijalankan dengan hati akan selalu dikenang. Sebab, warisan terbesar seorang pemimpin bukanlah lamanya ia menjabat, melainkan manfaat yang ditinggalkannya bagi masyarakat.”
(Penulis: Ayah Idham HS).
