FAKFAK,PinFunPapua.com – Kapolres Fakfak AKBP Naim Ishak, S.H., S.I.K., M.H. menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) I Kerukunan Masyarakat Kei (KMK) Kabupaten Fakfak periode 2026–2031 yang berlangsung di Aula Santo Yoseph, Jalan D.I. Panjaitan, Kelurahan Fakfak Utara, Distrik Fakfak Utara, Sabtu (18/7/2026).
Kehadiran Kapolres bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi wujud dukungan terhadap upaya memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat di tengah keberagaman yang selama ini menjadi identitas Kabupaten Fakfak.
Musda I KMK dibuka secara resmi oleh Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP. Turut hadir Wakil Bupati Fakfak, Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf. Wahlin Rahman, unsur Forkopimda, anggota DPRK Fakfak, tokoh adat, tokoh masyarakat, sesepuh Kei, serta perwakilan berbagai paguyuban etnis di Kabupaten Fakfak.
Dalam rangka memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib, Polres Fakfak menerjunkan 13 personel pengamanan berdasarkan Surat Perintah Kapolres Fakfak Nomor Sprin/453/VII/IPP.3.2/2026. Pengamanan dipimpin oleh Wakapolsek Fakfak IPTU Slamet Efruan, S.Sos., sehingga pelaksanaan Musda berlangsung lancar tanpa kendala.
Kapolres AKBP Naim Ishak menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musda I Kerukunan Masyarakat Kei yang dinilainya bukan sekadar forum organisasi, tetapi juga menjadi wadah strategis mempererat tali persaudaraan, memperkuat komunikasi, dan membangun sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, TNI-Polri, serta seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tugas aparat, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat melalui semangat kebersamaan dan saling menghormati.
“Polres Fakfak berkomitmen untuk terus hadir memberikan rasa aman dalam setiap kegiatan masyarakat sebagai wujud pelayanan Polri yang Presisi demi terpeliharanya persatuan, kerukunan, dan stabilitas keamanan di Kabupaten Fakfak,” tegas AKBP Naim Ishak.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Fakfak Samaun Dahlan menegaskan bahwa falsafah masyarakat Kei “Ain Ni Ain” yang berarti kita semua bersaudara, memiliki keselarasan dengan filosofi hidup masyarakat Fakfak “Satu Tungku Tiga Batu”, yang selama ini menjadi fondasi dalam menjaga toleransi, persatuan, dan keharmonisan antarumat beragama maupun antaretnis.
Sementara itu, para sesepuh masyarakat Kei mengajak seluruh warga untuk terus menjaga nilai-nilai persaudaraan, menghormati masyarakat adat sebagai pemilik negeri, serta mengedepankan musyawarah dan dialog dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul di tengah kehidupan bermasyarakat.
Musda I KMK Kabupaten Fakfak menjadi momentum penting dalam memperkuat peran organisasi kemasyarakatan sebagai mitra pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga kondusivitas daerah. Semangat “Ain Ni Ain” yang berpadu dengan falsafah “Satu Tungku Tiga Batu” diharapkan terus menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Fakfak.
“Keamanan yang kokoh tidak hanya lahir dari penegakan hukum, tetapi juga dari persaudaraan yang terus dijaga. Ketika masyarakat bersatu, kedamaian akan menjadi kekuatan terbesar dalam membangun daerah.”
(Jurnalis : Risman Bauw).
