FAKFAK,PinFunPapua.com – Respons cepat ditunjukkan Babinsa Koramil 1803-01/Fakfak, Serka Samuel Kora, dalam menyelesaikan persoalan yang sempat mengganggu aktivitas akademik di Kampus Politeknik Fakfak. Melalui pendekatan persuasif dan dialog kekeluargaan, Babinsa berhasil memediasi kesalahpahaman antara pimpinan kampus dan salah seorang pegawai yang berujung pada aksi pemalangan kampus, Jumat (24/7/2026).
Perselisihan yang sempat menghambat aktivitas perkuliahan dan pelayanan di lingkungan kampus tersebut akhirnya dapat diselesaikan melalui musyawarah yang difasilitasi oleh Babinsa.
Serka Samuel Kora menjelaskan bahwa sebagai aparat kewilayahan, Babinsa memiliki tanggung jawab untuk membantu menciptakan situasi yang aman dan kondusif, termasuk memfasilitasi penyelesaian berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
Dalam proses mediasi, Serka Samuel melakukan komunikasi dan koordinasi secara intensif dengan kedua belah pihak. Dengan mengedepankan pendekatan humanis dan semangat kekeluargaan, pimpinan kampus maupun pegawai yang berselisih akhirnya sepakat menyelesaikan permasalahan secara damai.
Kesepakatan yang dicapai menghasilkan komitmen bersama untuk memperbaiki komunikasi, menjaga hubungan kerja yang harmonis, serta menciptakan lingkungan kampus yang kondusif demi mendukung kelancaran proses pendidikan.
Seiring tercapainya kesepahaman tersebut, aksi pemalangan yang sebelumnya dilakukan di Kampus Politeknik Fakfak resmi dibuka kembali. Dengan demikian, seluruh aktivitas akademik, perkuliahan, dan pelayanan kepada mahasiswa dapat kembali berjalan normal.
Keberhasilan mediasi ini menjadi bukti nyata peran Babinsa tidak hanya dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, tetapi juga sebagai mediator yang mampu menjembatani penyelesaian konflik melalui komunikasi sosial dan musyawarah.
Pendekatan persuasif yang dilakukan Babinsa diharapkan dapat menjadi contoh bahwa setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog yang terbuka, saling menghormati, dan mengedepankan kepentingan bersama.
“Musyawarah adalah jalan terbaik menyelesaikan perbedaan. Ketika komunikasi dibangun dengan hati yang terbuka, setiap persoalan akan menemukan titik damai demi kepentingan bersama.”
(Jurnalis : Risman Bauw).
