FAKFAK,PinFunPapua.com – Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIA Asy-Syafi’iyah Fakfak di Kampung Otoweri, Distrik Tomage, disambut penuh rasa syukur oleh pemerintah kampung dan masyarakat setempat.
Kepala Kampung Otoweri, Daing Kutanggas, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak STIA Asy-Syafi’iyah Fakfak yang telah memilih Kampung Otoweri sebagai salah satu lokasi pelaksanaan KKN kelompok IV, Minggu (9/8/2026).
Menurut Daing, kehadiran mahasiswa KKN di Kampung Otoweri menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. Pasalnya, kegiatan KKN mahasiswa di kampung tersebut merupakan pengalaman pertama bagi masyarakat setempat.
“Ini baru pertama kali mahasiswa melakukan KKN di Kampung Otoweri. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena kampung kami dipercaya menjadi salah satu lokasi KKN,” ujar Daing saat menerima Ketua Panitia Pelaksana KKN Angkatan XXV Serta para dosen dan mahasiswa KKN STIA Asy-Syafi’iyah Fakfak kelompok IV.
Ia mengatakan, selama ini masyarakat Otoweri hanya mendengar tentang kegiatan mahasiswa yang melaksanakan KKN di sejumlah wilayah lain, seperti Bomberay dan Tomage. Namun, tahun ini mahasiswa hadir dan mengabdikan diri secara langsung di Kampung Otoweri.
“Ini menjadi berkat buat kami di Kampung Otoweri. Dahulu kami hanya mendengar ada adik-adik mahasiswa yang melakukan KKN, tetapi tempatnya di Bomberay atau Tomage. Namun hari ini kami juga kedatangan mahasiswa KKN di Kampung Otoweri,” ungkapnya.
Atas nama pemerintah kampung dan seluruh masyarakat Otoweri, Daing menyatakan pihaknya menerima kehadiran mahasiswa KKN dengan tangan terbuka. Ia berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari program akademik, tetapi juga memberikan pengalaman, pengetahuan dan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami sangat menerima kedatangan mahasiswa KKN STIA Asy-Syafi’iyah Fakfak. Kami berharap selama berada di kampung ini, adik-adik mahasiswa dapat berbaur dengan masyarakat, belajar bersama dan memberikan kontribusi yang bermanfaat,” katanya.
Daing juga berharap hubungan antara masyarakat Kampung Otoweri dan pihak kampus dapat terus terjalin, sehingga kegiatan KKN menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.
“Kehadiran mahasiswa bukan sekadar datang untuk menjalankan tugas kampus, tetapi menjadi kesempatan untuk saling belajar. Ilmu dari kampus bertemu dengan pengalaman masyarakat, dan dari pertemuan itu lahir manfaat bagi kampung,” harapannya.
Kehadiran mahasiswa KKN di Kampung Otoweri diharapkan mampu membuka ruang baru bagi pertukaran pengetahuan, mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat, serta mendorong tumbuhnya semangat pembangunan dari kampung.
(Jurnalis : Risman Bauw).
