Penyerahan Bantuan Jaring Udang Dari Tim BP. Tangguh Kepada Kepala Kampung Otoweri Serta Disaksikan Seluruh Warga Otoweri, ( foto : Risman Bauw).
FAKFAK,PinFunPapua.com – Kebutuhan nelayan menjadi perhatian dalam realisasi program bantuan sarana dan prasarana perikanan di Kampung Otoweri, Distrik Tomage, Kabupaten Fakfak. Sebanyak 200 pieces jaring udang diserahkan kepada masyarakat sebagai bentuk realisasi program berdasarkan hasil musyawarah bersama masyarakat adat dan Pemerintah Kampung Otoweri.
Penyerahan bantuan berlangsung di Balai Kampung Otoweri, Rabu (12/8/2026), dan disaksikan kepala kampung, lembaga masyarakat adat, kepala suku, tim BP Tangguh Melalui PT. Jaladri Nusantara Persero, serta seluruh masyarakat kampung.
Bantuan tersebut berasal dari dana aspirasi adat sebesar Rp200 juta yang penggunaannya ditentukan melalui proses musyawarah dan pemetaan kebutuhan masyarakat. Berdasarkan hasil pembahasan bersama, sarana perikanan berupa jaring udang ditetapkan sebagai salah satu kebutuhan prioritas masyarakat nelayan.
Kepala Kampung Otoweri, Daing Kutanggas, menyampaikan apresiasi kepada pihak perusahaan atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak perusahaan BPI Tangguh yang telah memberikan bantuan berupa 200 pieces jaring udang kepada masyarakat Kampung Otoweri, khususnya para nelayan. Bantuan ini diberikan berdasarkan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Daing, penyerahan bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil musyawarah yang sebelumnya telah dilakukan antara masyarakat adat, pemerintah kampung dan pihak terkait.
Daing berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara baik dan tepat sasaran, khususnya untuk mendukung aktivitas nelayan serta meningkatkan produktivitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
“Yang terpenting adalah bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi para nelayan di Kampung Otoweri,” katanya.
Penyerahan bantuan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan program berbasis kebutuhan masyarakat. Melalui musyawarah dan penentuan skala prioritas, bantuan diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial, tetapi benar-benar dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.
“Bantuan akan bernilai ketika benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan mampu menggerakkan ekonomi mereka.”
(Jurnalis : Risman Bauw).
